DPR Sahkan LHP BPK dan Naturalisasi Dua Pesepak Bola

Share

Rapat Paripurna DPR RI ke-22 secara resmi mengesahkan sejumlah keputusan penting, mulai dari laporan keuangan pemerintah hingga naturalisasi pemain sepak bola. Pertemuan ini dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Selasa (30/6/2026), dilansir dari Detikcom.

Agenda pertama dalam rapat tersebut difokuskan pada penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2025 dari BPK RI.

"Berkenaan dengan hal tersebut, kami persilakan kepada yang terhormat Ketua BPK RI untuk menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2025 oleh BPK RI," kata Puan dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Ketua BPK RI Isma Yatun melaporkan bahwa pemerintah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk LKPP tahun 2025. Predikat ini merupakan hasil akumulasi dari pemeriksaan terhadap 97 laporan keuangan kementerian dan satu laporan Bendahara Umum Negara.

"Selanjutnya laporan hasil pemeriksaan BPK tersebut akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," tutur Puan.

Parlemen kemudian melanjutkan sidang dengan mengesahkan tujuh Calon Anggota Komisi Informasi Pusat (KIP) Periode 2026-2030 beserta tiga Pengganti Antarwaktu (PAW). Keputusan ini diambil berdasarkan hasil uji kelayakan.

"Pimpinan dewan mengucapkan selamat kepada Calon Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026-2030 semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, bertanggung jawab, dan tetap amanah," ucap Puan.

Setelah menyetujui 15 Rancangan Undang-Undang usul Komisi II, dewan beralih pada agenda pengesahan status kewarganegaraan dua pesepak bola keturunan, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker.

"Apakah permohonan pemberian pertimbangan kewarganegaraan RI atas nama Saudara Luke Vickery dan Mitchell Baker dapat disetujui?" Kata Puan.

Pertanyaan pimpinan sidang tersebut langsung direspons secara afirmatif oleh seluruh peserta paripurna yang hadir di ruangan.

"Setuju," jawab para anggota DPR serentak.

Proses naturalisasi kedua atlet ini ditujukan sebagai bentuk transfer pengetahuan guna melengkapi kemampuan pesepak bola lokal. Agenda ini turut disaksikan oleh Wakil Ketua DPR, Sari Yuliati dan Saan Mustopa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author