DPR Gelar Rapat Bersama TNI dan Polri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke 81 RI
Pimpinan DPR RI menggelar rapat koordinasi bersama jajaran TNI dan Polri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (10/8/2026). Pertemuan tersebut membahas situasi keamanan nasional serta pengamanan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Rapat di ruangan pimpinan DPR itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Agenda ini dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Jajaran pimpinan Komisi I dan Komisi III DPR RI turut hadir dalam pertemuan tersebut. Selain itu, tiga Kepala Staf Angkatan, yakni KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono juga hadir secara langsung.
Penjelasan mengenai fokus pembahasan keamanan dan ketertiban masyarakat disampaikan oleh Panglima TNI usai pelaksanaan rapat tersebut.
"Itu fokus ke soal kamtibmas," kata Agus.
Pembahasan isu-isu strategis nasional serta maraknya imbauan hoaks di media sosial turut menjadi perhatian dalam forum koordinasi antarlembaga tersebut.
"Jadi tadi membahas tentang isu-isu strategis. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat," kata Agus.
Penjagaan keamanan wilayah diungkapkan akan terus berjalan melalui skema patroli rutin demi menjamin kenyamanan warga.
"Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan TNI sudah dan akan terus melaksanakan patroli di wilayah-wilayah untuk mengamankan masyarakat dan membuat rasa aman di masyarakat," paparnya.
Panglima menegaskan jaminan atas kondisi keamanan di seluruh wilayah Indonesia menjelang puncak peringatan hari kemerdekaan.
"Apalagi nanti akan kita merayakan hari ulang tahun kemerdekaan, mari kita sambut dengan bergembira perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI dan saya bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di wilayah-wilayah di seluruh Indonesia," ujar Agus.
Sinergi operasional di lapangan terus dimatangkan melalui kerja sama teknis bersama pihak kepolisian dan komponen masyarakat.
"Iya, jadi kita juga berkoordinasi dengan kepolisian dan elemen masyarakat lainnya supaya dalam pelaksanaan kegiatan pengamanannya bisa berkolaborasilah," ujarnya.
Skema bantuan operasional TNI disesuaikan dengan prosedur standar yang berlaku untuk menopang tugas kepolisian.
"Jadi tiap wilayah kita siapkan pengamanan, tentunya secara SOP kita membantu kepolisian," sambungnya.
Penegasan mengenai maraknya arus informasi yang tidak dapat diverifikasi kembali disampaikan Panglima TNI kepada publik.
"Ya banyak ya, tentang TNI dan sebagainya. Jadi berita itu kan beredar sangat masif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi sekali lagi saya menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," tuturnya.
Kesiapan agenda kenegaraan lainnya juga diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, termasuk persiapan Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026 yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
"Tetapi semuanya oke, ya, semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Kan tentu itu bagian dari tanggung jawab kita bersama-sama semua," kata Prasetyo.