DPR Jadwalkan Rakor Antisipasi Ancaman PHK 55 Ribu Buruh Bekasi

Share

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjadwalkan rapat koordinasi dengan para pengusaha dan pemangku kepentingan terkait pada Jumat (26/6/2026) mendatang untuk mengatasi ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap puluhan ribu buruh di Bekasi, Jawa Barat.

Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang membayangi sekitar 55.000 pekerja pabrik tersebut dipicu oleh lonjakan harga gas industri untuk keperluan produksi, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (23/6/2026).

"Kami dalam waktu dekat, insyaallah Jumat, kita akan mengadakan rapat koordinasi dengan para stakeholder. Termasuk satgas mitigasi PHK dari pihak pemerintah yang dibentuk untuk menangani hal-hal seperti itu," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.

Upaya penanganan dilanjutkan dengan agenda pertemuan langsung antara pimpinan DPR dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk merumuskan jalan keluar bagi perusahaan-perusahaan yang terdampak.

"Jadi setelah kontak, nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-team serikat pekerja yang terdampak itu, kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina," tutur Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.

Langkah mitigasi ini diambil segera setelah perwakilan parlemen menerima laporan mengenai krisis industri di wilayah Bekasi tersebut.

"Mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan," imbuh Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.

Informasi mengenai krisis ketenagakerjaan ini diperoleh Dasco saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 bersama Presiden KSPI Andi Gani Nena Wea di Jakarta Pusat, di mana ia langsung menghubungi pihak Pertamina via telepon.

"Halo, Pak Dirut Pertamina. Ini saya lagi di Rakernas KSPI, iya. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri.

Jadi saya tadi sudah rancang pidato, cuma buyar semua nih gara-gara soal gas. Jadi pertama-tama, saya sebelum pidato saya mau tanya dulu bagaimana nih soal gas industri, apakah ada jalan keluar?" tanya Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.

Merespons panggilan tersebut, manajemen Pertamina menyatakan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) guna menyesuaikan harga menyusul perubahan pada komponen LNG.

"Siap, Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian, tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG. Kita tentunya lakukan yang terbaik, Pak Dasco, agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang… yang sesuai," jawab Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Dasco kemudian menegaskan kembali urgensi situasi di lapangan yang memerlukan tindakan cepat demi menyelamatkan puluhan ribu nasib pekerja.

"Jadi begini, Pak Simon, jadi dalam berapa hari ini, ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga mesti cari jalan keluar atau kemudian juga yang dalam waktu dekat PHK ini juga harus kita mitigasi bagaimana kemudian pabrik-pabrik ini sekitar 55 ribu katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.

Komunikasi bilateral tersebut diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk mengadakan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat yang melibatkan perwakilan elemen buruh.

"Nah, mungkin kita bisa duduk sehari-dua hari ini juga dengan, eh, perwakilan dari teman-teman buruh satu-dua nanti mewakili supaya kita bisa cari jalan keluar ya," lanjut Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.

Pihak Pertamina menyetujui ajakan tersebut untuk mematangkan solusi teknis penyesuaian tarif gas.

"Baik, setuju, setuju, Pak Dasco," jawab Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author