DPR dan Polri Tinjau Penanganan Gempa Magnitudo 7.7 di NTT

Share

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung para warga yang terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada Selasa (18/8/2026).

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, peninjauan berfokus di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur yang mencatatkan jumlah pengungsi terbanyak. Berdasarkan data resmi, terdapat 13.935 pengungsi di Manggarai dan 7.457 pengungsi di Manggarai Timur dari total 27.700 pengungsi di 107 titik pengungsian pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Titiek Soeharto menegaskan bahwa pemenuhan fasilitas dasar bagi masyarakat terdampak menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan dalam waktu cepat.

"Kehadiran kami di sini juga untuk mengetahui secara langsung apa saja yang masih dibutuhkan oleh masyarakat. Karena bencana ini baru terjadi, tentunya proses pemenuhan kebutuhan masih terus berjalan," ujar Titiek, Selasa (18/8/2026).

Ia menyampaikan duka cita atas peristiwa yang menimpa masyarakat setempat serta berjanji bakal berkoordinasi secara berkala dengan pihak terkait.

"Tadi kami melihat masih terdapat beberapa kebutuhan yang perlu segera dilengkapi, seperti MCK, tempat tinggal sementara, perlengkapan pengungsian maupun kebutuhan dasar lainnya. Hal-hal tersebut akan terus kita koordinasikan agar dapat segera dipenuhi," ucap dia.

Dalam peninjauan tersebut, Titiek turut memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan seluruh elemen petugas yang terlibat aktif di lapangan.

"Kami juga berharap berbagai kerusakan yang dialami masyarakat, termasuk rumah-rumah warga dan fasilitas publik yang terdampak, dapat segera ditangani dan diperbaiki oleh Pemerintah sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal," ucapnya.

Di sisi lain, Polri telah mengoperasikan dan mengalirkan bantuan kemanusiaan serta logistik dengan total mencapai 247,66 ton untuk memenuhi kebutuhan para korban gempa di wilayah NTT.

"Saat ini sebagian besar lokasi pengungsian sudah dapat dijangkau. Kami bersama seluruh unsur terkait terus berbagi tugas untuk mendatangi titik-titik pengungsian, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi," kata Kapolri.

Pasokan bantuan logistik tersebut bersumber dari Mabes Polri sebanyak 19,59 ton dan jajaran lima Polda sebesar 228,07 ton. Bantuan mencakup logistik makanan, obat-obatan, pakaian, selimut, genset, terpal, water treatment, tandon air, hingga perangkat sinyal internet.

"Khusus hari ini, Polri menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur berupa 3.500 paket bansos, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan yang diangkut menggunakan 6 truk," ucapnya.

Guna memaksimalkan operasional darurat, Polri mengerahkan Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua unit helikopter AW 169, satu unit helikopter Bell-429, serta pesawat armada jenis CN, Casa, dan Beechjet.

"Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat," ujar dia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author