DPR Minta Pemerintah Dorong Netanyahu Hentikan Serangan di Gaza
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta pemerintah Indonesia memanfaatkan posisi di Board of Peace (BoP) untuk mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghentikan serangan dan menarik pasukan dari Gaza.
Permintaan tersebut muncul menyusul pernyataan Netanyahu yang menolak gencatan senjata dan penarikan pasukan dari Jalur Gaza, seperti yang diatur dalam rencana perdamaian terbaru.
Dave menegaskan Indonesia harus tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan menggunakan berbagai saluran diplomasi, baik di forum multilateral maupun komunikasi bilateral, untuk mendorong penghentian kekerasan serta perlindungan warga sipil.
"Bagi Indonesia, sikap yang perlu dikedepankan tetap berlandaskan amanat konstitusi dan politik luar negeri bebas aktif. Pemerintah harus terus memanfaatkan berbagai saluran diplomasi, baik di forum multilateral maupun melalui komunikasi bilateral, untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan, serta terciptanya gencatan senjata yang berkelanjutan," ujar Dave saat dihubungi pada Kamis (6/8/2026).
Dia juga menyoroti pentingnya peran Indonesia sebagai anggota Board of Peace untuk mengajak semua pihak, termasuk Netanyahu, menahan diri dan membuka proses perundingan yang kredibel demi perdamaian berkelanjutan.
"Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) juga perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kontribusi diplomasi Indonesia. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk mendorong seluruh pihak menahan diri, menghentikan eskalasi konflik, serta membuka kembali proses perundingan yang kredibel demi tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan," tambahnya.
Dave yakin Indonesia memiliki kredibilitas menjaga perdamaian dan menghormati hukum internasional, sehingga setiap forum internasional harus dimanfaatkan untuk membangun dukungan luas bagi penyelesaian damai konflik ini.
"Oleh karena itu, setiap forum internasional perlu dimanfaatkan untuk membangun dukungan yang lebih luas bagi penyelesaian konflik secara damai. Pada akhirnya, perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui dialog, kepercayaan, dan komitmen bersama untuk mengakhiri penderitaan masyarakat sipil," katanya.
Sementara itu, Netanyahu dalam pertemuan dengan utusan utama Dewan Perdamaian untuk urusan Gaza, Nickolay Mladenov, menyatakan sikap tegas Israel menolak menarik pasukan dan menghentikan serangan militer di Gaza.
"Israel tidak akan menarik pasukannya dari posisi-posisi yang dikuasainya di Gaza, dan tidak akan melakukan gencatan senjata," tegas Netanyahu kepada Mladenov dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip surat kabar Israel Hayom, dilansir Anadolu Agency dan TRT World pada Selasa (4/8).