DPR Desak KLB Dampak Karhutla Kalteng Capai 66 Ribu Kasus ISPA

Share

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Kalimantan Tengah yang menembus angka 66 ribu kasus akibat kebakaran hutan dan lahan memicu desakan penetapan status kejadian luar biasa dari DPR RI, Jumat (21/8/2026).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan segera turun tangan menangani dampak kesehatan yang kian memprihatinkan masyarakat Kalteng tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Saya menyampaikan keprihatinan atas musibah karhutla yang terjadi di Kalteng. Kemenkes perlu turun tangan untuk menangani dampak karhutla terhadap munculnya penyakit ISPA yang sudah mencapai 66 ribu kasus," kata Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Yahya mengimbau Kemenkes untuk menerbitkan protokol kesehatan khusus bagi warga terdampak guna mencegah penyebaran penyakit respirasi yang lebih parah.

"Kemenkes perlu menetapkan protokol kesehatan bagi warga Kalteng antara lain harus memakai masker, bahkan jika diperlukan melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman," ujar Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Selain protokol kesehatan, DPR meminta adanya koordinasi intensif antara Kemenkes dan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah terkait pemenuhan fasilitas kesehatan.

"Pemerintah perlu memberikan perlindungan khusus kepada kelompak rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia," kata Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Ia menambahkan bahwa opsi penetapan status darurat medis harus diambil jika penanganan di lapangan tidak kunjung membaik.

"Jika situasinya terus memburuk dan semakin masif pemerintah perlu menetapkan kejadian luar biasa terhadap daerah Kalteng untuk melindungi warga masyarakat dari kasus ISPA yang semakin memburuk. Sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi," tutur Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Tengah, luas area karhutla telah mencapai 148,71 hektare dengan pengerahan lebih dari 10 ribu personel gabungan.

BPBD Kalteng mencatat adanya 1.026 titik panas dan puluhan kejadian kebakaran yang memicu kabut asap tebal di wilayah tersebut.

"Kejadian Karhutla: 46 kejadian," kata BPBD Kalteng.

Paparan asap tebal dari puluhan titik kebakaran tersebut secara langsung memperburuk kualitas udara dan mengancam kesehatan puluhan ribu warga.

"Dampak kesehatan juga mulai terasa dengan tercatatnya 66.679 kasus ISPA," kata BPBD Kalteng.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: DPR RI ISPA Kalteng karhutla
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author