DPR AS Batasi Wewenang Perang Donald Trump Terhadap Iran

Share

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat menyetujui resolusi yang diajukan Partai Demokrat untuk membatasi kewenangan Presiden Donald Trump dalam melanjutkan aksi militer terhadap Iran. Pembatasan ini mewajibkan presiden mengantongi izin dari Kongres terlebih dahulu.

Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Trump di Kongres meskipun partainya memegang mayoritas tipis. Seperti dikutip dari Detikcom yang melansir Reuters, resolusi ini disahkan melalui pemungutan suara dengan hasil 215 suara setuju berbanding 208 menolak.

Dalam pemungutan suara yang berlangsung Rabu (3/6) waktu setempat, empat anggota Partai Republik membelot dan bergabung dengan Partai Demokrat. Langkah membelot ini menjadi bentuk penolakan bipartisan yang jarang terjadi terhadap kebijakan perang Trump.

Pemungutan suara ini sebagian besar bersifat simbolis karena resolusi harus dibawa ke Senat yang saat ini dikuasai Partai Republik. Jika lolos di Senat, Trump masih memiliki hak untuk memveto aturan tersebut, di mana pembatalan veto presiden membutuhkan dua pertiga suara di kedua kamar Kongres.

Langkah ini merupakan upaya keempat dari DPR untuk membatasi kewenangan perang presiden sejak konflik dengan Iran pecah pada Februari lalu. Tiga resolusi yang diajukan sebelumnya berujung gagal di DPR dengan selisih suara yang semakin tipis.

Hingga saat ini, Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan damai untuk menghentikan perang. Di tengah situasi tersebut, Trump menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan pimpinan tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

"I want to meet with him, and we might meet at some point, depending on how everything goes," kata Trump kepada podcast 'Pod Force One' New York Post dilansir AFP, Rabu (3/6/2026).

Mojtaba Khamenei dilaporkan terluka akibat serangan gabungan yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari silam. Operasi militer tersebut juga menewaskan ayah Mojtaba, yaitu Ayatollah Ali Khamenei.

Trump menjelaskan bahwa pihak Amerika Serikat telah menerima informasi terbaru mengenai kondisi kesehatan Mojtaba. Ia mengonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut mengalami luka parah akibat serangan.

"I'm not hearing he's doing great," kata Trump.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author