DPR Apresiasi Polri Gelar Panen dan Tanam Bawang Putih di Sembalun

Share

Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar kegiatan panen raya dan penanaman bawang putih di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (19/8/2026). Langkah kewilayahan ini diambil guna mengakselerasi pencapaian target swasembada pangan nasional.

Aksi cepat Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mendapatkan apresiasi dari Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv. Langkah tersebut dinilai sangat responsif terhadap penguatan ketahanan pangan, khususnya komoditas bawang putih, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Saya mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit beserta seluruh jajaran Polda dan Polres yang bergerak cepat merespons cita-cita Presiden mewujudkan swasembada pangan, khususnya bawang putih. Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya luas lahan yang ditanami, tetapi kemampuan Polri menggerakkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan ribuan petani secara serentak di berbagai wilayah," ujar Rajiv, Anggota Komisi IV DPR RI.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan penanaman serentak guna memperkuat fondasi produksi nasional. Menurutnya, perluasan lahan tanam, peningkatan produktivitas, serta penguatan rantai pasok hulu ke hilir harus terus dikawal.

"Dari Sembalun, kita melihat contoh konkret. Hari ini ada panen dari 105 hektare dengan potensi sekitar 1.050 ton, tetapi pada saat bersamaan juga dipersiapkan siklus produksi berikutnya melalui penanaman baru seluas 120 hektare. Ini penting karena swasembada harus dibangun sebagai proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial pada satu momentum panen," ungkap Rajiv, Anggota Komisi IV DPR RI.

Data Divisi Humas Polri mencatat kegiatan panen di Sembalun berjalan beriringan dengan gerakan tanam serentak di 14 wilayah Polda seluas 279,53 hektare. Program ini berpotensi memproduksi hampir 2.800 ton bawang putih serta mengikutsertakan 2.174 petani dari 110 kelompok tani.

"Angka 2.174 petani yang terlibat dan potensi panen hampir 2.800 ton bawang putih harus kita lihat sebagai sesuatu yang sangat penting. Karena tujuan besar ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar menghasilkan komoditas, tetapi juga memperkuat kapasitas petani sebagai pelaku utama produksi pangan nasional," kata Rajiv, Anggota Komisi IV DPR RI.

Untuk mempertahankan keberlanjutan produksi dan menekan ketergantungan impor, ia mendorong adanya pendampingan budidaya, penyediaan benih unggul, pembangunan sarana penyimpanan, hingga penetapan kalender tanam daerah.

"Saya berharap langkah yang telah dimulai Kapolri dan jajarannya tidak berhenti pada penanaman. Tantangan berikutnya adalah menjaga produktivitas, memastikan hasil panen terserap dengan baik, menjaga harga yang menguntungkan petani, dan membangun ekosistem bawang putih nasional dari hulu sampai hilir. Kalau konsistensi ini dapat dijaga, kontribusinya terhadap kemandirian pangan Indonesia akan semakin nyata," tegas Rajiv, Anggota Komisi IV DPR RI.

Pengawalan secara konsisten serta perluasan keterlibatan petani diharapkan mampu menjadikan program ini sebagai penggerak utama basis produksi bawang putih nasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author