DPR Apresiasi Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin
Tim gabungan BNN, Bareskrim Polri, Bea Cukai, dan TNI AL menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram ketamin di perairan Kepulauan Riau pada Jumat (7/8/2026). Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, dilansir dari Detikcom.
"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah cepat BNN dalam pengungkapan penyelundupan hampir 1,3 ton ketamin. Ini bukan perkara kecil. Barang sebanyak itu menunjukkan adanya ancaman serius dari jaringan peredaran gelap yang harus kita lawan bersama," kata Bimantoro dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Politikus Gerindra tersebut menekankan bahwa pengusutan perkara tidak boleh berhenti pada penangkapan awak kapal di lapangan. Ia mendesak penegak hukum membongkar seluruh tingkatan jaringan, mulai dari pemodal hingga distributor.
"Jangan berhenti di pelaku lapangan. Bongkar sampai ke akar-akarnya. Siapa yang membiayai, siapa yang mengendalikan, dari mana barang ini berasal, siapa penerimanya, dan ke mana jaringan ini akan mendistribusikannya harus diungkap secara tuntas," tegasnya.
Penindakan secara menyeluruh dinilai penting mengingat jaringan penyelundupan narkotika kerap memanfaatkan celah di perairan. Bimantoro juga memperingatkan bahaya modifikasi ketamin yang kini mulai disatukan dengan cairan rokok elektrik.
"Kita harus memperketat pengawasan terhadap jaringan dan seluruh jalur yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyelundupan. Jangan sampai keberhasilan hari ini hanya memutus satu pengiriman, sementara jaringan besarnya masih bebas bergerak dan mencari jalur baru," katanya.
Pengawasan terintegrasi serta penguatan intelijen menjadi kunci utama dalam membendung perkembangan modus operandi baru yang menyasar anak muda.
"Modusnya terus berkembang. Karena itu, pengawasan juga harus berkembang. Negara tidak boleh kalah cepat dari para sindikat narkoba. Teknologi, intelijen, pengawasan perbatasan, dan koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat," ujar Bimantoro.
Selain penguatan antarlembaga, dukungan penuh masyarakat di kawasan pesisir juga dibutuhkan untuk menutup ruang gerak para pelaku.
"Perang melawan narkoba bukan hanya tugas satu lembaga. Ini tugas bersama. Sinergitas aparat dan partisipasi masyarakat harus diperkuat agar Indonesia benar-benar terbebas dari ancaman narkoba," pungkas Bimantoro.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas meringkus delapan ABK, yaitu satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) serta tujuh warga negara Myanmar berinisial KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), dan MML (44).
Barang haram tersebut disimpan di dalam kompartemen tersembunyi dekat anjungan kapal. Petugas menyita 65 karung berisi 1.300 bungkus teh cina seberat 1,3 ton yang teruji positif mengandung ketamin melalui pemeriksaan alat Rigaku.