DPR Amerika Serikat Jadwalkan Pemungutan Suara Aturan Waktu Musim Panas
Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada pekan depan untuk menetapkan waktu musim panas atau Daylight Saving Time secara permanen di seluruh negeri.
Langkah legislatif melalui rancangan undang-undang Sunshine Protection Act ini bertujuan menghentikan ritual tahunan memajukan dan memundurkan jarum jam yang selama ini dialami jutaan warga Amerika Serikat sejak era 1960-an.
Rancangan undang-undang tersebut sebelumnya telah lolos dari tingkat komite dengan hasil pemungutan suara 48 banding 1, serta mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Donald Trump.
"Simply put, it’s more eco-friendly in terms of power usage to start the day earlier rather than later. Businesses, schools and vehicles require more energy consumption to air-condition spaces," kata Calvin Schermerhorn, profesor sejarah Arizona State University.
Kondisi iklim gurun membuat sebagian besar wilayah Arizona dan Hawaii memilih untuk tidak menerapkan aturan perubahan waktu berkala tersebut.
"Very popular and, most importantly, no more changing of the clocks, a big inconvenience and, for our government, A VERY COSTLY EVENT!!!" tulis Donald Trump, Presiden Amerika Serikat melalui media sosial TruthSocial pada April lalu.
Dukungan terhadap penghentian perubahan waktu ini didasarkan pada argumen bahwa penyelarasan jam secara permanen dapat mengurangi gangguan tidur dan menekan angka kecelakaan kerja serta lalu lintas.
"time that people can stop worrying about the 'Clock', not to mention all of the work and money that is spent on this ridiculous, twice-yearly production." tutur Donald Trump, Presiden Amerika Serikat dalam pernyataan terpisah.
Kendati demikian, upaya unifikasi waktu ini menghadapi penolakan dari sejumlah politisi karena dinilai akan berdampak pada keterlambatan waktu matahari terbit di musim dingin.
"absurdly late" kata Tom Cotton, Senator Republik asal Arkansas mengenai dampak matahari terbit yang terlambat.
Pihak penolak mengkhawatirkan aturan baru ini akan memaksa anak-anak sekolah untuk berangkat dalam kondisi lingkungan yang masih gelap gulita.
"walk to school in the pitch black" ujar Tom Cotton, Senator Republik asal Arkansas.
Di sisi lain, perwakilan dari wilayah tujuan wisata menilai penambahan durasi terang di malam hari akan memberikan keuntungan bagi sektor ekonomi dan aktivitas luar ruangan.
"better for safety and will boost New Jersey’s tourism industry. Let’s stop changing the clocks twice a year." kata Frank Pallone, Perwakilan Demokrat dari New Jersey.
Sementara itu, organisasi pendukung waktu standar mengingatkan bahwa otoritas regulasi tidak bisa memanipulasi pergerakan alami matahari.
"There’s no law we can pass to move the sun to our will," kata Jay Pea, Presiden Save Standard Time.
Jika regulasi ini berhasil lolos di tingkat DPR Amerika Serikat, undang-undang tersebut masih harus melewati persetujuan Senat Amerika Serikat sebelum akhirnya diresmikan.