DPD RI Tutup Pendaftaran Awards 2026 Malam Ini

Share

Proses penjaringan kandidat penerima DPD RI Awards 2026 memasuki tahap akhir. Masa pendaftaran ajang penghargaan bagi para penggerak di daerah ini resmi berakhir pada Kamis (21/8/2026) pukul 23.59 WIB, setelah dibuka sejak 27 Juli 2026. Seperti dilansir dari Detikcom, pengusulan kandidat dilakukan secara daring melalui portal resmi awards.dpd.go.id.

Ajang ini menghadirkan empat kategori utama yang menargetkan tokoh pemrakarsa di tingkat lokal. Kategori tersebut meliputi Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan, serta Pelestari Budaya Daerah. Selain itu, penyelenggara menyediakan Special Recognition Awards untuk pihak yang konsisten berkontribusi bagi daerah.

Kategori Inovator Pendidikan Non-Formal ditujukan bagi individu yang memperluas kesempatan belajar masyarakat.

"Penghargaan diberikan kepada Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat," tulis DPD RI dalam laman resminya.

Sektor kesehatan mengapresiasi penemu alat medis, terapi, maupun penemu obat melalui riset klinis dan laboratorium.

"Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas DPD.

Sektor ketahanan pangan menyasar penggerak pemanfaatan potensi pangan lokal di desa.

"Ditujukan kepada Penggerak Desa Mandiri Pangan yang mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan," katanya.

Kategori seni budaya mengapresiasi tokoh yang mengenalkan kebudayaan daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

"Diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional," jelas DPD.

Jaminan Bebas Intervensi Penilaian

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menegaskan seluruh proses penilaian berlangsung independen tanpa campur tangan pimpinan. Langkah ini diambil untuk menjaring figur potensial atau local hero yang selama ini belum tersorot oleh pemerintah pusat.

"Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar," kata Sultan di acara DPD RI Awards 2025 lalu.

Sultan menjelaskan keberadaan 152 anggota DPD mewakili aspirasi sekitar 80 juta masyarakat daerah. Melalui ajang ini, DPD ingin menemukan figur yang berpartisipasi nyata membangun wilayahnya masing-masing.

"Kami 152 anggota DPD yang kalau dikonversikan itu hampir 80 juta masyarakat daerah yang menitipkan amanah ke kami. Makanya melalui DPD Awards kita mau menjaring, lalu menemukan begitu banyak potensi yang belum terjaring, local hero, local champion. Orang daerah yang banyak berkontribusi berpartisipasi pada kemajuan daerah di bidang masing-masing tapi belum terpantau," jelas dia.

Guna menjamin transparansi, penentuan pemenang diserahkan sepenuhnya kepada dewan pakar yang kapabel dan independen.

"Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara," ujar dia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author