DPD RI Buka Pendaftaran DPD RI Awards 2026 Hingga 21 Agustus
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia membuka pendaftaran DPD RI Awards 2026 hingga 21 Agustus mendatang untuk mencari tokoh penggerak pembangunan di berbagai daerah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin memastikan seluruh rangkaian seleksi pahlawan lokal tersebut berjalan secara independen serta bebas dari intervensi pimpinan maupun pihak luar.
Penyelenggaraan ajang penghargaan bagi para penggerak daerah ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan oleh DPD RI. Sultan menilai masih banyak figur potensial di tingkat lokal yang belum mendapat perhatian publik.
"Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar," kata Sultan pada ajang DPD RI Awards 2025 lalu.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut digelar guna menjaring pahlawan daerah yang berkontribusi nyata tetapi belum tersorot oleh media nasional. Agenda ini juga merupakan bentuk penyaluran aspirasi dari masyarakat daerah.
"Kami 152 anggota DPD yang kalau dikonversikan itu hampir 80 juta masyarakat daerah yang menitipkan amanah ke kami. Makanya melalui DPD Awards kita mau menjaring, lalu menemukan begitu banyak potensi yang belum terjaring, local hero, local champion. Orang daerah yang banyak berkontribusi berpartisipasi pada kemajuan daerah di bidang masing-masing tapi belum terpantau," jelas dia.
Proses penilaian akan diserahkan sepenuhnya kepada Dewan Pakar yang kompeten dan netral. Pimpinan DPD RI tidak memiliki akses untuk memengaruhi penetapan penerima penghargaan.
"Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara," ujar dia.
Pada edisi tahun ini, panitia membuka empat kategori utama penghargaan. Kategori pertama mencakup bidang Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah untuk individu yang mendedikasikan diri memperluas akses belajar masyarakat.
"Penghargaan diberikan kepada Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat," tulis DPD RI.
Kategori kedua diperuntukkan bagi Inovator Teknologi Kesehatan yang mencakup periset klinis, profesional, maupun akademisi penemu terapi, obat, atau alat kesehatan.
"Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas DPD.
Kategori ketiga menyasar Penggerak Desa Mandiri Pangan yang fokus menguatkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
"Ditujukan kepada Penggerak Desa Mandiri Pangan yang mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan," katanya.
Kategori keempat adalah Pelestari Budaya Daerah yang diberikan kepada tokoh pengembang dan pemajang seni budaya lokal ke tingkat nasional hingga internasional.
"Diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional," jelas DPD.
Selain empat kategori tersebut, DPD RI bakal menyajikan Special Recognition Awards bagi pihak yang berkontribusi secara konsisten dan berkelanjutan bagi daerah.