Donald Trump Meyakini Perang AS dan Iran Segera Berakhir

Share

Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran diklaim akan segera usai karena Teheran dinilai tidak lagi memiliki ketahanan yang cukup. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (7/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. "Saya rasa perang ini akan segera berakhir.

Menurut saya, mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Pernyataan optimis ini menyusul sikap Trump yang menyatakan lebih memilih jalur diplomasi ketimbang tindakan militer lanjutan. Dalam acara di Las Vegas pada Kamis (6/8/2026), ia menegaskan opsi militer tetap ada apabila diplomasi gagal.

"Saya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan, karena saya tidak ingin membunuh orang," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pemerintah AS mengklaim perundingan pekan ini berjalan sangat baik untuk mengakhiri konflik lima bulan tersebut. Trump juga mengisyaratkan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz dapat dicapai segera di bawah kendali blokade Angkatan Laut AS. "Saat ini kondisinya bisa dibilang terbuka. Anda tahu, kita memiliki hal yang disebut blokade, yang dipimpin Angkatan Laut AS, dan kita mengendalikannya," tutur Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Meskipun demikian, Trump menyoroti potensi gangguan dari Iran yang sewaktu-waktu dapat menebar ranjau di jalur navigasi kapal. Keberadaan satu ranjau saja dinilai sudah cukup membahayakan kapal-kapal kargo bernilai miliaran dolar. "Mereka selalu bisa menembakkan sesuatu. Mereka selalu punya cara, atau menebar ranjau, dan jika ada satu saja ranjau di sana, situasinya menjadi kacau karena orang-orang tidak mau mengambil risiko membawa kapal bernilai miliaran dolar dan secara tidak sengaja terkena ranjau," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menegaskan bahwa dirinya terlibat langsung dalam negosiasi pembukaan jalur perairan vital tersebut. Ia menilai perundingan berjalan ke arah yang positif. "Saya terlibat dalam negosiasi ini.

Saya pikir perkembangannya baik. Kesepakatannya bisa tercapai segera," cetus Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Di samping isu perundingan, Trump menepis kekhawatiran terkait krisis persediaan amunisi AS.

Laporan Reuters pada Selasa (4/8/2026) mencatat militer AS telah menghabiskan sebagian besar stok global rudal jarak jauh berakurasi tinggi selama perang berlangsung.

"Kami memiliki jenis amunisi tertentu yang sangat kuat, yang pasokannya tak terbatas, atau bisa dibilang hampir tak terbatas. Kami juga memiliki jenis-jenis lainnya yang pasokannya agak terbatas," ucap Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Guna mengatasi keterbatasan amunisi tertentu, perusahaan-perusahaan pertahanan AS kini sedang membangun pabrik produksi baru. Fasilitas manufaktur tersebut disiapkan khusus untuk memproduksi tambahan rudal Patriot dan Tomahawk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author