Donald Trump Umumkan AS dan Iran Sepakat Berdamai Akhiri Perang
Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya tercapai untuk mengakhiri konflik bersenjata di antara kedua negara. Dikutip dari Detikcom, kedua belah pihak dijadwalkan bakal menandatangani dokumen perjanjian damai resmi tersebut pada 19 Juni mendatang.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa blokade militer yang selama ini diterapkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz kini telah resmi berakhir. Pengumuman ini disampaikan Trump tidak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengabarkan kesepakatan damai kedua negara.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump juga membenarkan bahwa seluruh dokumen perjanjian dengan Iran telah disepakati oleh kedua belah pihak.
"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tulis Trump dilansir CNN.
"Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" sambung Trump.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!" kata Trump.
Langkah perdamaian ini langsung mendapat sambutan positif dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebutnya sebagai buah dari kerja keras diplomasi internasional. Macron mendesak agar seluruh poin kesepakatan segera diimplementasikan secara penuh oleh pihak-pihak terkait.
Selain itu, Macron menegaskan pentingnya pembukaan jalur maritim tersebut demi menjaga stabilitas ekonomi di tingkat global. Prancis bersama Inggris bahkan menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut melalui misi internasional.
"Saya menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran, hasil dari upaya diplomatik yang melibatkan beberapa mitra. Saya menyerukan implementasi yang cepat dan penuh oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik," kata Macron dalam sebuah unggahan di media sosial dilansir kantor berita Al Jazeera, Senin (15/6/2026).
"Perjanjian ini harus memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dan tanpa syarat, yang siap didukung oleh misi internasional yang dibentuk bersama Inggris. Sumber daya sudah tersedia dan siap dikerahkan," katanya.
"Pembukaan kembali lalu lintas maritim, tanpa batasan atau pungutan, sangat penting untuk stabilitas regional dan ekonomi global," tambahnya.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menyampaikan dukungan serupa dan menganggap momentum ini sebagai titik balik penting untuk menyudahi peperangan.
"Sekretaris Jenderal berharap bahwa pihak-pihak terkait akan memanfaatkan momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian akhir konflik," kata Sekjen PBB Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh juru bicaranya, Stephane Dujarric dilansir kantor berita AFP.