Donald Trump Tuntut Kompensasi Konflik dari Iran dalam Negosiasi Damai

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan syarat baru dalam negosiasi perdamaian dengan menuntut kompensasi konflik dari Iran atas serangkaian serangan selama beberapa dekade terakhir, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (11/8/2026).

Tuntutan ganti rugi tersebut merujuk pada dugaan keterlibatan Teheran dalam berbagai aksi pembunuhan serta serangan terhadap target-target AS. Langkah ini muncul sebagai respons balik atas desakan Iran yang sebelumnya meminta ganti rugi perang dari pihak Washington sebelum mengakhiri permusuhan.

"Saya juga menuntut kompensasi dari Iran," ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ia menambahkan bahwa tuntutan ganti rugi tersebut mencakup berbagai kerugian akibat konflik terkini hingga rentetan serangan dalam kurun lebih dari 20 tahun terakhir. Selain itu, pembayaran juga ditujukan bagi keluarga demonstran Iran yang tewas akibat tindakan aparat selama 50 tahun terakhir.

Melalui unggahan terpisahnya, Trump menegaskan bahwa pihak Teheran harus memikul tanggung jawab atas kerusuhan dan jatuhnya korban jiwa di wilayah Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Gaza. Penegasan ini kian memperumit kebuntuan diplomasi untuk membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Sebelumnya, sikap diplomasi Washington sempat mengalami dinamika berulang setelah ancaman serangan keras ke infrastruktur sipil Iran ditarik kembali pekan lalu. Trump kini memilih pendekatan ekonomi yang lebih tenang guna menekan Teheran tanpa harus melancarkan aksi militer balasan.

Penundaan kesepakatan mengenai Selat Hormuz tidak memicu kejengkelan terbuka dari pemimpin AS tersebut, berdasarkan laporan wawancara media digital Axios. Di sisi lain, pemerintah Iran tetap bertahan pada pendiriannya agar sanksi minyak serta pemblokiran pelabuhan oleh AS dicabut terlebih dahulu.

Aksi penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan harga bahan bakar dan mengguncang stabilitas ekonomi global. Situasi ini menempatkan tekanan politik cukup besar bagi Trump menjelang pelaksanaan pemilihan umum paruh waktu pada November mendatang.

Dalam pernyataan tambahannya, Trump mengungkit kembali insiden pengeboman kapal perang USS Cole pada tahun 2000 yang dinilainya melibatkan peran Teheran.

Seluruh poin ganti rugi tersebut dipastikan akan menjadi syarat mutlak yang dimasukkan AS ke dalam setiap agenda perundingan mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author