Donald Trump Tegur Wartawan Saat Ditanya Soal Kim Jong Un

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentak seorang wartawan CNN di Gedung Putih setelah ditanya mengenai pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Insiden tersebut terjadi pada Senin usai Trump mengumumkan pemotongan anggaran latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.

Aksi teguran keras itu berlangsung di hadapan para awak media yang menghadiri sesi keterangan pers, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Trump meluapkan kekesalannya usai memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan intensitas latihan militer bersama yang dijadwalkan mulai 17 Agustus.

Dalam kesempatan tersebut, Trump menyuarakan kejengkelannya terhadap wartawan di lokasi.

"Diam," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menuding media tersebut menyebarkan berita palsu saat menanyakan perihal Kim Jong Un.

"Berita palsu," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Keputusan pengurangan porsi latihan militer gabungan di Semenanjung Korea diambil karena pertimbangan efisiensi anggaran. Selain itu, langkah tersebut dipicu oleh enggan keterlibatan Korea Selatan dalam operasi militer Amerika Serikat di kawasan Iran.

Di samping ketegangan dengan awak media, dinamika geopolitik Washington juga diwarnai tekanan terhadap Teheran di tengah kemacetan proses diplomasi.

"Mereka seharusnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Seruan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara via telepon guna merespons negosiasi damai yang menemui jalan buntu, meskipun kedua negara telah menandatangani kesepakatan penghentian operasi militer permanen sejak Juni lalu.

Di internal domestik, kebijakan pertahanan pemerintahan Trump turut memicu kritik dari kalangan legislatif terkait kondisi prajurit di kapal induk USS Abraham Lincoln. Senator Ruben Gallego menilai terdapat krisis kepemimpinan yang berdampak pada minimnya fasilitas kebersihan, keterbatasan pasokan makanan, hingga penurunan kesehatan mental para awak kapal.

Sementara itu dalam isu internasional lainnya, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul sempat mengalami pemeriksaan ketat oleh aparat kepolisian saat melintas di pos penjagaan Buriram. Di kawasan Timur Tengah, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyerukan tindakan keras terhadap puluhan warga Gaza setiap malam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author