Donald Trump Klaim AS Kuasai Penuh Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pihak Angkatan Laut AS telah memegang kendali penuh atas perairan strategis Selat Hormuz pada Senin (10/8/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, klaim tersebut disampaikan Trump usai pasukan militer AS menyisir seluruh perairan untuk membersihkan ranjau yang disebar oleh Iran.
Kawasan perairan yang menjadi titik perselisihan utama dengan Teheran itu kini dinyatakan telah kembali terbuka untuk lalu lintas pelayaran pihak lain.
"Sekarang sudah terbuka," kata Presiden AS Donald Trump.
Trump menjelaskan bahwa kendali penuh berada di tangan pihak militer AS demi memastikan keamanan alur pelayaran.
"Dengar, satu-satunya pihak yang memegang kendali atas Selat Hormuz saat ini adalah Angkatan Laut Amerika Serikat," kata Donald Trump.
Pemerintah AS juga menerapkan pembatasan ketat yang difokuskan pada aktivitas lalu lintas kapal dari dan menuju kawasan pelabuhan Iran.
"Kami menerapkan blokade yang sangat tangguh. Blokade ini bagaikan dinding baja," kata Donald Trump.
Meski mengabaikan ancaman ranjau dari Iran, Trump mengakui proses pembersihan ranjau darat di perairan tersebut memerlukan penanganan yang rumit.
"(Selat Hormuz) Kini terbuka untuk pihak lainnya. Situasinya agak rumit karena mereka akan, sesekali, menjatuhkan ranjau, dan kami akan menemukannya," kata Donald Trump.
Pihak AS menegaskan kembali penemuan dan penyisiran ranjau tidak menyurutkan penguasaan penuh armada militernya di wilayah selat tersebut.
"Kami telah menyisir ranjau di seluruh selat tersebut, seperti yang mungkin sudah Anda dengar. Mungkin Anda belum mendengarnya, tetapi kami menguasai selat itu 100 persen," kata Donald Trump.
Pernyataan ini mengemuka di tengah tingginya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait pembukaan kembali alur pasokan minyak serta gas global. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz secara penuh sebelum tuntutan ganti rugi kerusakan perang dan konsesi lainnya dipenuhi oleh AS.