Donald Trump Bantah Amunisi Militer Amerika Serikat Menipis
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan yang menyebutkan bahwa pasokan amunisi militer negaranya mulai kehabisan di tengah konflik yang melanda dengan Iran, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (6/8/2026).
Isu mengenai kekurangan amunisi tersebut kembali mencuat setelah militer Amerika Serikat secara mendadak menghentikan serangan udara selama 13 hari berturut-turut terhadap Iran pada 26 Juli 2026. Laporan media The New York Times dan Axios mengungkapkan penundaan tersebut diambil lantaran adanya kekhawatiran terkurasnya persediaan pencegat rudal Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya di kawasan Timur Tengah.
Kondisi persediaan amunisi dilaporkan berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Laporan CNN mencatat militer Amerika Serikat telah menguras hampir 80 persen dari stok rudal pencegat serta sekitar separuh dari pasokan rudal Patriot sejak pertempuran dimulai akhir Februari lalu, di samping menipisnya pasokan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).
Berdasarkan estimasi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Washington awalnya memiliki sekitar 2.200 unit varian rudal Patriot modern dan 452 rudal THAAD sebelum pertempuran meletus. Penurunan stok rudal presisi jarak jauh seperti ATACMS dan Precision Strike Missiles (PrSM) berisiko memaksa militer mengandalkan misi pengeboman berawak yang lebih berisiko.
Negara-negara sekutu di kawasan Teluk yang menggantungkan sistem pertahanan udara pada pasokan Amerika Serikat turut mengkhawatirkan kekurangan ini. Mereka menilai penurunan persediaan dapat melemahkan kapasitas pencegahan terhadap potensi serangan balasan rudal dan drone Iran.
Menanggapi rentetan laporan mengenai kondisi persediaan persenjataan militer tersebut, Gedung Putih merilis pernyataan resmi dari Presiden Amerika Serikat untuk menepis klaim yang beredar.
"Saat ini, perusahaan-perusahaan pertahanan kita memproduksi amunisi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus memperluas pabrik dan peralatan mereka hingga mencapai tingkat rekor," kata Presiden AS Donald Trump.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa cadangan amunisi yang dimiliki saat ini berada dalam jumlah yang jauh melebihi kebutuhan nasional serta melampaui pasokan negara mana pun di dunia.