Dokter Meta Hanindita Luruskan Kekeliruan Definisi MPASI Dini bagi Bayi

Share

Dokter spesialis anak dr Meta Hanindita, SpA meluruskan kekeliruan pemahaman masyarakat di media sosial mengenai definisi pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini pada bayi, Minggu (31/5/2026).

Edukasi ini diberikan seiring ramainya pro dan kontra netizen mengenai pemberian makanan tambahan sebelum anak genap berumur enam bulan, sebagaimana dilansir dari Detik Health.

"MPASI dini itu definisinya adalah MPASI yang diberikan di usia kurang dari 4 bulan. Kalau dikasih pas usia 4 bulan teng ya namanya bukan MPASI dini," jelas dr Meta melalui unggahannya di Thread, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Minggu (31/5/2026).

Penjelasan tersebut didasarkan pada standar sejumlah negara Eropa yang memulai MPASI sejak usia 17 minggu, berbeda dengan Indonesia yang mengikuti rekomendasi World Health Organization (WHO) tentang ASI eksklusif enam bulan.

"Di negara maju, sumber air bersih mudah, status ekonomi dan sosial berbeda, hygiene juga berbeda," ujarnya.

Penerapan standar luar negeri secara sembarangan di dalam negeri dikhawatirkan memicu dampak buruk karena faktor kesiapan lingkungan yang belum setara.

"Sumber air belum tentu bersih, hygiene yang kurang malah bisa meningkatkan risiko infeksi pada bayi yang tentu masih rentan. MPASI yang kurang bergizi juga justru bisa menyebabkan malnutrisi," jelasnya.

Kendati demikian, pemenuhan nutrisi anak di Indonesia juga dapat disesuaikan dengan kondisi medis tertentu yang membutuhkan intervensi makanan sebelum enam bulan.

"Bisa saja dokter mengadviskan MPASI sebelum 6 bulan, sesudah 4 bulan. Sekali lagi, itu bukan MPASI dini," tegasnya.

Langkah percepatan ini wajib melalui pemeriksaan klinis berat badan atau indikasi khusus, sehingga orang tua diimbau berkonsultasi langsung ke fasilitas kesehatan daripada mengikuti opini media sosial.

"Selama ada indikasi, sudah dievaluasi tanda kesiapan makan, dan atas advis dokter," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author