Dokter di Jepang Lindungi Pasien Operasi saat Gempa M 68
Aksi heroik penyelamatan pasien terjadi saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang kawasan barat daya Jepang pada 28 Juli 2026. Detik-detik mencekam tersebut terekam dalam video yang dirilis Kumamoto General Hospital di wilayah Kumamoto, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Saat bencana melanda, tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat sedang menjalankan prosedur operasi bagian perut pada seorang pasien.
Pasien berada dalam kondisi tidak sadar di bawah pengaruh obat bius ketika ruangan tiba-tiba berguncang hebat.
Suasana tenang di dalam ruang operasi mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa hanya dalam hitungan detik. Sejumlah peralatan medis tampak bergeser serta bergoyang keras akibat guncangan tanah yang kuat.
Pasokan aliran listrik di rumah sakit bahkan sempat terputus hingga membuat seluruh ruangan gelap gulita. Di tengah bahaya perabotan medis yang bergeser, para dokter dengan cepat merebahkan tubuh mereka di atas pasien.
Perlindungan fisik tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan pasien dari potensi tertimpa atau terkena guncangan peralatan. Sementara itu, para perawat yang bertugas di lokasi bergegas membuka pintu ruangan. Langkah cepat perawat bertujuan memastikan jalur evakuasi tetap terbuka dan aman apabila situasi memburuk.
Guncangan gempa bumi dahsyat tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 detik di dalam ruangan.
Setelah situasi mulai mereda, tenaga kesehatan bergegas memeriksa kondisi pasien untuk memastikan seluruh prosedur medis tetap aman. Pihak rumah sakit mengonfirmasi terdapat empat tindakan operasi yang tengah berlangsung ketika gempa melanda. Seluruh proses pembedahan tersebut akhirnya berhasil diselesaikan dengan selamat berkat respons cepat serta keberanian tim medis.
Dampak Bencana dan Layanan Rumah Sakit
Bencana gempa bumi yang menghentak wilayah Kumamoto tersebut menimbulkan dampak kerusakan cukup besar.
Selain merusak berbagai fasilitas publik, gempa merenggut 38 korban jiwa serta merubuhkan ratusan bangunan. Kumamoto General Hospital yang terletak di Kota Yatsushiro sempat menghentikan sementara layanan rawat jalan umum.
Penutupan sementara dilakukan menyusul kerusakan fasilitas serta terhentinya pasokan air bersih di area rumah sakit. Layanan medis normal baru dibuka kembali secara bertahap setelah kualitas air sumur cadangan darurat dipastikan aman digunakan.
Direktur Kumamoto General Hospital, Shinya Shimada, mengakui masih terdapat beberapa kendala operasional pascagempa. Masalah operasional tersebut meliputi fasilitas lift yang belum berfungsi optimal serta keterbatasan pasokan makanan untuk pasien. "Meski masih ada hal yang membuat pasien tidak nyaman, kami percaya dibukanya kembali layanan medis ini dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat setempat. Kami ingin terus menjalankan misi rumah sakit ini," kata Shimada.