DKP Banten Klarifikasi Video Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara
Sebuah video yang memperlihatkan kapal tongkang mengeluarkan material di tengah laut daerah Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, menjadi viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten memberikan penjelasan terkait aktivitas tersebut.
Seperti dilansir dari Detikcom, DKP Banten menyebutkan bahwa kapal tersebut tengah menurunkan material untuk menunjang proyek reklamasi pelabuhan di kawasan Bojonegara. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat dua unit ekskavator sedang beroperasi membuang isi muatan tongkang ke perairan.
Kepala DKP Provinsi Banten, Agus Supriyadi, menegaskan bahwa benda yang dijatuhkan ke laut tersebut bukanlah limbah berbahaya. Material yang dikeluarkan dari atas kapal merupakan batu makadam murni yang diperuntukkan bagi aktivitas perluasan daratan perusahaan.
"Bukan limbah, melainkan material reklamasi. Pihak legal (perusahaan) menegaskan bahwa material yang dibuang ke laut bukanlah limbah, melainkan murni material batu makadam yang ditujukan untuk menunjang kegiatan reklamasi perusahaan," ujar Agus.
Meskipun material tersebut resmi untuk proyek reklamasi, Agus menjelaskan bahwa kapal tongkang itu melepaskan muatan di lokasi yang keliru pada 4 Juli 2026. Insiden ini dipicu oleh kendala komunikasi antara petugas di darat dan awak kapal.
"Terjadi miskomunikasi antara tim darat dan kru kapal. Pada saat persiapan pembongkaran muatan, pihak kru tidak merespons panggilan untuk konfirmasi letak titik bongkar yang akurat," ujarnya.
Akibat keterbatasan komunikasi ini, awak kapal mengambil keputusan mandiri untuk menurunkan batu makadam di area yang tidak sesuai dengan rencana awal.
"Akibatnya, kru kapal memutuskan secara sepihak untuk membuang material di titik koordinat yang salah, yang posisinya lebih jauh menjorok ke perairan dari batas reklamasi daratan yang seharusnya," jelas Agus.
Kekeliruan pembuangan muatan tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dan baru disadari oleh pihak terkait pada pukul 12.00 WIB. Saat kesalahan itu diketahui, awak kapal dilaporkan sudah menurunkan sebagian kecil dari total muatan yang dibawa.
"Aktivitas pembongkaran langsung dihentikan. Diperkirakan volume material yang telanjur dibuang di koordinat yang salah mencapai kurang lebih seperempat dari total keseluruhan volume satu tongkang," katanya.