Disparbud Flores Timur Selidiki Penemuan Arca Mirip Dewa Siwa

Share

Rombongan pendaki menemukan sebuah patung yang menyerupai arca dewa Hindu di puncak Gunung Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (12/8), seperti dilansir dari Detik Travel. Penemuan objek sejarah tersebut bermula saat 28 orang yang terdiri dari anggota TNI Angkatan Laut, kepolisian, komunitas Nagi Runners, serta pendaki lokal melakukan pendakian ke puncak gunung. Salah seorang pendaki, Febby Leba, mengonfirmasi bahwa rombongan melakukan perjalanan sejak pukul 02.00 WITA hingga tiba di area puncak sekitar pukul 11.00 WITA, di mana struktur patung itu ditemukan terpasang secara permanen.

"Kami kemarin rombongan ada 28 orang dengan guide lokal 2 orang. Ada angkatan laut serta beberapa anggota polisi dan anak-anak Nagi Runners dan sisanya komunitas pendaki dari Flores," ujar Febby.

Febby menjelaskan kondisi patung saat pertama kali dijumpai di area ketinggian gunung tersebut. "Itu patung sudah ada di puncak dan dicor di batu, rumputnya sudah dibersihkan sehingga patungnya dapat kelihatan dengan jelas seperti yang ada di foto itu," tandas Febby.

Penemuan patung yang menyerupai wujud Dewa Siwa ini menambah deretan temuan benda bersejarah di wilayah Flores Timur, setelah sebelumnya benda serupa juga ditemukan di perairan Desa Konga, Kecamatan Titehena. Menanggapi kabar yang beredar di masyarakat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur berencana melakukan pemeriksaan lapangan guna meneliti keabsahan situs tersebut.

Kepala Disparbud Flores Timur, Hery Lamawuran, menyatakan pihak pemerintah daerah belum memegang data komprehensif terkait asal-usul maupun keterkaitan patung tersebut dengan sejarah purbakala. "Nantilah, kami akan mencari waktu untuk penelusuran lebih lanjut," ujar Hery. Langkah penelusuran ini diambil mengingat instansi terkait belum dapat memastikan teknik pembuatan patung serta keterhubungannya dengan peninggalan budaya di sekitarnya.

Kepala Bidang Kebudayaan/Pengembangan Seni dan Budaya Disparbud Flores Timur, Silvester Petara Hurit, turut memberikan tanggapan terkait keterbatasan informasi awal yang diterima pihak dinas.

"Apakah ini pahatan batu atau cetakan dan koneksi dengan benda atau struktur atau situs lain di sekitar atau tidak, belum ada info yang cukup," ujar Silvester.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author