by

Disinggung soal Infrastruktur Bang Ipul : Biarkan Hasil Kerja yang Menjawabnya

Langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saat dipimpin Zaiful Bokhari membangun berbagai jenis infrastruktur sudah on the right track atau tepat arah.

Pembangunan infrastruktur yang selama ini mengemuka dan lebih sering menjadi bahan pembicaraan adalah jalan. Sebenarnya pada Januari lalu, Pemkab Lampung Timur telah menganggarkan Rp257 miliar yang kesemuanya dialokasikan untuk perbaikan jalan. Jika ditilik, anggaran tersebut naik dari Rp250 miliar di tahun sebelumnya.

Komitmen inilah yang terus dipupuk Bang Ipul, sapaan akrab Zaiful Bokhari, saat kembali bertarung dalam Pilbup Lampung Timur. Ia masih menjadikan Infrastruktur sebagai prioritas visi dan misinya.

Baca Juga  Hindari Kawasan Istana Merdeka, Ada Demo Lagi

“Mengapa infrastruktur menjadi visi misi kami, ini semua berangkat dari keluhan masyarakat,” ujar Zaiful yang menggandeng Ahmad Sudibyo dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

Setelah 21 tahun memekarkan diri dari Lampung Tengah, sedikit demi sedikit  infrastruktur di Lampung Timur mulai berbenah.

“Dengan perbaikan infrastruktur transportasi, biaya logistik menjadi murah. Hasil pertanian rakyat mendapatkan harga yang baik. Sentra ekonomi kembali tumbuh merata,” terang Calon Bupati Lamtim Nomor Urut 02 itu.

Pria kelahiran Sukadana 51 tahun silam itu mengakui isu ini menjadi kekuatan kampanye sebagai petahana dalam kinerjanya selama memerintah. Namun sekaligus menjadi sasaran tembak bagi penantangnya pada Pilkada 2020. Kendati demikian, dirinya sadar bahwa hasil kerja selama setahun menjabat sebagai Bupati Lamtim sudah memberikan banyak bukti.

Baca Juga  Zaiful Bokhari Meminta Relawan Sebarkan Pesan Sejuk, untuk Melawan Hoaks

Bagi Zaiful, pembangunan infrastruktur yang digagasnya bersifat jangka panjang dan tidak serta merta langsung memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dijelaskannya, pendorong pertumbuhan ekonomi itu adalah investasi dan konsumsi. Pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh investasi menghasilkan kualitas pertumbuhan yang bagus. Wujudnya adalah berkembangnya kawasan industri baru, kawasan perumahan, dan atau gabungan keduanya.

Sudibyo
Ilustrasi: Publika.id

“Di mana-mana, dari pembangunan infrastruktur menuju tumbuhnya kawasan tersebut, ada time delay (jeda) yang membuat pertumbuhan ekonomi itu tak serta-merta,” kata Alumni Magister Manajemen Universitas Bandar Lampung itu.

Baca Juga  Lamtim Mau Maju, Bang Ipul: Ya Infrastruktur Kuncinya!

Yang harus diingat, sambungnya, pembangunan infrastruktur adalah upaya untuk mengatasi disparitas pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini. Baik dari desa ke kota, maupun sebaliknya.

“Ada jalan desa, pasar desa, embung desa, hingga pemberdayaan masyarakat desa. Jika jalan kabupaten yang ramai disambung ke jalan desa. Hasilnya roda UKM desa terus bergerak. Pertumbuhan ekonomi desa demikian. Jadi semua ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat desa dalam perekonomian,” tandasnya. (man/tul)

Baca Juga