Dishub DKI Semprot Penyelenggara Konser Picu Macet Parah di Rasuna Said
Kemacetan arus lalu lintas melanda kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, akibat maraknya parkir liar di sepanjang jalan selama gelaran konser musik. Seperti dilaporkan dari Detikcom, kepadatan lalu lintas ini menjadi sorotan tajam setelah videonya viral di media sosial pada Senin (1/6/2026).
Kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi bahu jalan di depan GOR Soemantri. Area parkir ilegal tersebut bahkan memakan hingga tiga lajur atau separuh badan jalan, sehingga kendaraan lain kesulitan untuk melintas.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa pertunjukan musik pada Minggu (31/5) malam menjadi pemicu utama penumpukan volume kendaraan. Lonjakan jumlah pengunjung yang disertai parkir liar di sekitar lokasi acara memperparah penyempitan jalan di koridor utama tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengungkapkan bahwa pihak penyelenggara acara sama sekali tidak melakukan koordinasi dengan Dishub terkait manajemen lalu lintas maupun penyediaan kantong parkir sebelum acara dimulai.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan dan gangguan lalu lintas di kawasan HR Rasuna Said. Setelah menerima laporan masyarakat, petugas Dishub bersama Satpol PP segera turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penertiban kendaraan guna mengurangi kepadatan yang terjadi," kata Budi dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Budi menambahkan, acara yang diperkirakan menyedot sekitar 10 ribu pengunjung tersebut sebenarnya sudah memiliki izin keramaian dari kepolisian. Kendati demikian, tidak adanya pelibatan Dishub dalam perencanaan membuat arus kendaraan di lapangan tidak terantisipasi.
Imbasnya, banyak kendaraan pengunjung yang langsung memanfaatkan bahu jalan untuk parkir karena minimnya arahan. Dishub DKI menekankan bahwa koordinasi awal sangat krusial untuk menyiapkan langkah mitigasi seperti rekayasa lalu lintas.
"Koordinasi dengan Dishub penting dilakukan sebelum kegiatan berlangsung. Dengan adanya koordinasi, Dishub dapat menyiapkan kantong-kantong parkir, menempatkan petugas, melakukan pengaturan maupun rekayasa lalu lintas, serta mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan," jelasnya.
Melalui langkah koordinasi, Dishub juga dapat mengarahkan para pengunjung untuk memanfaatkan moda transportasi umum demi menekan penggunaan kendaraan pribadi ke lokasi acara berskala besar.
Pihak otoritas memastikan akan menggelar evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak terulang pada event-event mendatang di Jakarta. Penyelenggara acara kini diwajibkan menjalin komunikasi sejak tahap perencanaan awal.
"Ke depan, kami ingin memastikan petugas hadir dalam setiap permasalahan di jalan raya dan memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat. Karena itu, kami juga mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan agar berkoordinasi dengan Dishub sejak awal sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan secara optimal dan mobilitas masyarakat tetap terjaga," tutur Budi.