Disdikbud Magelang Pastikan Artefak di Candi Losari Berupa Kepingan Emas
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang memastikan objek purbakala yang ditemukan di lokasi pemugaran Candi Losari merupakan logam mulia. Kepastian ini diperoleh setelah petugas melakukan pengecekan langsung ke area penemuan.
Aparatur dari Disdikbud Magelang mendatangi tempat pemugaran yang terletak di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam. Seperti dilansir dari Detik Travel, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa lempengan logam berwarna kuning tersebut adalah kepingan emas.
"(Kedatangan ke Candi Losari) Yang pertama, kita menanggapi laporan warga tadi pagi terkait dengan penemuan ada emas dan juga arca. Karena kita belum dapat informasinya, terus kita coba verifikasi langsung ke lapangan (Candi Losari)," kata Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud, Kabupaten Magelang, Didik Muhamad Akbar di Candi Losari, Senin (8/6/2026).
Langkah verifikasi lapangan dilakukan guna mencocokkan laporan masyarakat mengenai benda bersejarah tersebut. Pihak dinas terkait memeriksa keaslian benda yang terkubur di bawah struktur bangunan suci kuno itu.
"Hasilnya benar, valid. Dan itu memang kan emas dari peripih candi biasanya. Karena ini candi terbenam 4 meter tentunya peripih masih ada ya lumrah ditemukan emas atau arca," kata Akbar.
Benda kuno bernilai sejarah tinggi tersebut kini sudah diamankan dari lokasi penggalian. Otoritas setempat memindahkan seluruh objek temuan ke tempat penyimpanan resmi milik pemerintah.
Saat ini, kepingan emas beserta dua arca tersebut telah berada di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jateng di Bugisan, Prambanan, Klaten.
Proses pemugaran Candi Losari sendiri masih berjalan secara bertahap di bawah pengawasan tenaga ahli. Tim teknis di lapangan menerapkan metode khusus untuk menyusun kembali batuan candi purba ini.
Sementara itu, Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat mengatakan, untuk proses rekonstruksi atau pemugaran sekarang lapis kesatu. Nantinya pemugaran berlangsung hingga bulan Oktober 2026.
Target pemulihan fisik bangunan membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kompleksitas struktur bangunan. Proses rekonstruksi total diperkirakan melewati beberapa fase pengerjaan.
"Untuk proses sekarang sampai lapis kesatu. Nantinya sampai lapis 14 atau 15. Belum (utuh bangunan candinya), mungkin tahun kedua (hingga bangunan candi)," kata Restu.
Tim di lapangan juga harus menghadapi tantangan alam selama proses ekskavasi berlangsung. Aliran air yang deras di sekitar situs menjadi hambatan utama dalam mempertahankan kestabilan struktur.
"Karena debit airnya terlalu santer (deras) itu jadi kendala. Makanya kita bikin lantai kerja. Ya (biar tidak ambles)," ujar Restu.
Operasi penyelamatan situs purbakala di Dusun Losari ini sebelumnya telah berhasil mengidentifikasi keberadaan beberapa objek penting. Para pekerja menemukan benda-benda tersebut tersembunyi di bagian dalam struktur dasar bangunan.
Juru pugar dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X yang melakukan pemugaran Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, menemukan dua arca, peripih, dan kepingan logam diduga emas di bawah lantai candi tersebut.
Penemuan awal benda-benda bersejarah ini terjadi beberapa pekan sebelum proses verifikasi resmi dari dinas terkait dilakukan. Seluruh struktur penting ditemukan dalam kondisi tertimbun material tanah.
Arca, peripih, dan kepingan emas itu ditemukan para juru pugar Candi Losari pada Selasa (21/4) lalu. Sekarang temuan itu disimpan di Kantor BPK Wilayah X di Bugisan, Prambanan, Klaten.
Penggalian mendalam dilakukan hingga mencapai lapisan tanah dasar untuk menemukan wadah sakral dari candi tersebut. Posisi benda-benda kuno ini berada beberapa tingkat di bawah permukaan lantai yang sedang dipugar.
"Kita waktu pembongkaran di lapis 9 atau berapa itu ditemukan dua blok arca (arca Dewa Surya). Itu di bawah lantai, itu 3 lapis dari lantai ditemukan arca. Kemudian kita gali lagi sampai ke tanah aslinya, kita temukan peripih atau kotak peripih, bersamaan ada selembar (diduga) emas (bentuk persegi)," kata Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat, saat ditemui di lokasi, Kamis (4/6).