Disdik Jabar Evaluasi Skor Sistem Penerimaan Murid Baru Sekolah Maung
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Jawa Barat 2026 menuai protes dari sejumlah orang tua murid akibat adanya penyesuaian nilai akhir pada jalur prestasi nonakademik sebelum pengumuman resmi. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat langsung melakukan langkah koreksi untuk memastikan seluruh penilaian sesuai aturan hukum.
Gelombang protes muncul ketika para wali murid mendatangi kediaman Gubernur Dedi Mulyadi di Kabupaten Subang pada Jumat, 5 Juni 2026, untuk mempertanyakan penurunan drastis poin anak-anak mereka di laman resmi SPMB. Perubahan posisi secara tiba-tiba ini disadari oleh wali murid setelah masa verifikasi dokumen pendaftaran selesai dilakukan.
"Saya punya ganjalan karena pertanyaan saya tidak terjawab, dari poin anak saya 370 ke 319 itu dari mana," kata Sophie, orang tua siswa dikutip dari Tempo.
Sophie mendaftarkan anaknya yang merupakan mantan Ketua OSIS ke SMAN 5 Bandung dengan penghitungan awal gabungan rata-rata nilai rapor dan bobot sertifikat. Pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat kemudian menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan karena sertifikat Ketua OSIS yang diajukan berada di luar kategori tingkat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Kenapa perubahan perhitungan skor itu terjadi setelah verifikasi selesai," ujarnya.
Merespons situasi tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan spekulasi terkait pemotongan nilai secara sepihak di sistem web. Otoritas pendidikan menegaskan bahwa perubahan angka tersebut merupakan bagian dari sinkronisasi data riil.
"Perubahan angka yang terjadi di web SPMB Maung merupakan bagian dari proses sinkronisasi dan pemutakhiran data riil agar seluruh penilaian mutlak berbasis pada aturan hukum yang berlaku," dalam penjelasan Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Proses penyesuaian ini mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 27274/HK.02.03/SEKRE tentang Petunjuk Pelaksanaan SPMB Sekolah Manusia Unggul tertanggal 13 Mei 2026. Berdasarkan catatan dinas, ketidaksesuaian input awal ini tidak hanya terjadi pada kategori Ketua OSIS, melainkan juga ditemukan pada prestasi Taekwondo dan Pramuka Garuda.
"Sistem mendeteksi adanya ketidaksesuaian input awal sehingga dilakukan proses pemutakhiran untuk disesuaikan dengan skor yang diatur dalam Keputusan Gubernur," dalam keterangan Dinas Pendidikan.
Langkah perbaikan papan skor sementara ini diklaim sebagai upaya mengembalikan hak skor para pendaftar ke angka yang sah berdasarkan regulasi yang ada. Pengumuman kelulusan akhir dari hasil rapat dewan guru Sekolah Maung sendiri dijadwalkan terbit pada Senin, 8 Juni 2026.