Dindikbud Kota Serang Petakan Kekurangan Ratusan Guru SD dan SMP

Share

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mendata kekurangan ratusan tenaga pengajar untuk jenjang SD dan SMP di wilayahnya pada Rabu (12/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pemerintah daerah berencana melakukan koordinasi dengan kementerian terkait guna menyelesaikan hambatan tersebut.

Proses pemetaan secara menyeluruh tengah dilakukan oleh pihak dinas untuk merincikan kebutuhan pengajar pada tahun ajaran 2026/2027. Pendataan ini ditargetkan dapat memperjelas sebaran sekolah serta jumlah pasti tenaga pendidik yang diperlukan.

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri menjelaskan bahwa penambahan personel pendidik sangat dibutuhkan oleh pihak sekolah saat ini.

"Ratusan. Dari jenjang SD sampai SMP ada ratusan kekurangan guru yang memang perlu ada penambahan dari kita," ujar Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri.

Pihak dinas berencana mendatangi kementerian dan BKPSDM guna membahas langkah antisipasi serta formulasi solusi untuk mengatasi fenomena ini.

"Kita konsultasi dulu. Kita ke BKPSDM, konsultasi ke kementerian. Bagaimana ketika misalkan ternyata ada kekurangan guru," ujar Ahmad Nuri.

Kondisi kekurangan staf pengajar berpotensi memberatkan beban kerja guru yang ada, terutama jika satu pendidik harus mengajar beberapa kelas sekaligus.

"Enggak mungkin juga kan. Ini saya kira yang harus kita bijaki dan harus ada kebijakan nasional untuk daerah-daerah yang kekurangan guru, yang sekarang harus kita percepat pemenuhan kebutuhan gurunya tersebut," kata Ahmad Nuri.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Serang telah menerima bantuan 14 tenaga pengajar dari organisasi Teach First Indonesia (TFI). Para guru tersebut ditempatkan di sekolah dasar kawasan pinggiran seperti Kasemen, Serang, Gempol, dan Karangantu selama dua tahun.

"Selama dua tahun mereka menjadi guru mata pelajaran dan guru wali kelas di masing-masing satuan pendidikan, terutama di SD," ujar Ahmad Nuri.

Kehadiran para pengajar dari TFI ini diharapkan membawa inovasi serta metode pembelajaran baru yang dapat mengonsolidasikan para pendidik setempat.

"Mereka melakukan praktik-praktik baik, mengonsolidasikan guru-guru yang ada di satuan pendidikan di Gempol misalkan. Mereka semua terus melakukan pendekatan-pendekatan yang fresh di sana," kata Ahmad Nuri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author