Diego Garcia Menyimpan Sisi Kelam Militer di Samudra Hindia

Share

Sebuah pulau karang berbentuk cincin bernama Diego Garcia berdiri di tengah Samudra Hindia, tepatnya sekitar 1.600 kilometer di sebelah selatan India. Daratan seluas 27 kilometer persegi ini memiliki posisi yang sangat krusial di peta dunia.

Meski lokasinya terisolasi dari daratan utama, wilayah bagian dari Kepulauan Chagos ini menjadi titik penghubung penting menuju Afrika Timur, Asia Selatan, hingga Timur Tengah. Karakteristik geologinya berasal dari gundukan terumbu karang di atas gunung api purba yang tenggelam jutaan tahun lalu.

Karakteristik fisik bentang alam pulau ini dinilai sangat langka dibandingkan daratan kecil lainnya. Kehadiran cekungan laguna yang dalam serta topografi tanah yang datar mempermudah pembuatan sarana pelabuhan kapal besar dan landasan pacu pesawat terbang.

Letaknya yang jauh dari permukiman padat penduduk memicu minat kekuatan militer asing untuk menguasainya. Seperti dilansir dari Detik iNET, faktor geografis unik tersebut mendorong pembangunan pangkalan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Inggris guna mendukung berbagai operasi pertahanan kawasan.

Pengembangan pangkalan pertahanan di wilayah strategis tersebut menyimpan catatan sejarah yang kelam. Sepanjang kurun waktu 1967 sampai 1973, seluruh warga pribumi Kepulauan Chagos atau suku Chagossian dipindahkan secara paksa dari tanah kelahirannya.

Langkah pengosongan wilayah pemukiman tersebut sengaja dilakukan demi memuluskan alih fungsi kawasan menjadi sarana pangkalan militer.

"Diego Garcia menjadi salah satu pangkalan militer paling strategis di dunia setelah seluruh penduduk aslinya dipindahkan dari pulau itu," tulis laporan Times of India yang dikutip dari Detik iNET.

Sengketa Hukum dan Hak Asasi Manusia

Tindakan pengusiran warga lokal tersebut masih memicu perdebatan hukum internasional dan isu hak asasi manusia hingga saat ini. Komunitas Chagossian bersama lembaga pengadilan global terus memperjuangkan hak pemulihan agar warga terusir dapat kembali menetap.

Keberadaan pangkalan di atol ini memperlihatkan dampak bentukan alam vulkanik purba yang menentukan alur sejarah dan perebutan kekuasaan manusia modern.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author