Dewan Pakar Umumkan Tiga Kandidat Penerima Hoegeng Awards 2026
Penetapan penerima penghargaan Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan memasuki babak akhir. Dewan Pakar telah merampungkan penilaian dan memilih tiga kandidat terbaik dari seluruh Indonesia.
Pengumuman pemenang diselenggarakan dalam acara puncak pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 19.00 WIB di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan. Penganugerahan ini dilangsungkan secara langsung dan disiarkan melalui platform detikcom.
Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir dalam ajang tersebut, di antaranya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta beberapa menteri dan pimpinan lembaga negara. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan musisi Pongki Barata.
Tiga polisi yang masuk dalam jajaran kandidat terbaik adalah AKP Siti Elminawati, AKBP Ema Rahmawati, dan Ipda Kadek Sumerta. Ketiganya disaring secara ketat oleh Dewan Pakar yang diisi oleh tokoh-tokoh nasional.
Anggota Dewan Pakar tersebut meliputi Alissa Qotrunnada Wahid dari Jaringan Gusdurian Indonesia, Putu Elvina selaku Wakil Ketua Komnas HAM, Mas Achmad Santosa yang merupakan mantan Plt Pimpinan KPK, Gufron Mabruri dari Kompolnas, serta Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.
AKP Siti Elminawati yang saat ini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Sigi, Polda Sulawesi Tengah, memiliki pengalaman panjang di bidang PPA sejak awal 2000-an. Ia dikenal konsisten menangani kasus-kasus besar, termasuk pemerkosaan remaja oleh 11 pelaku, penjualan bayi, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Direktur Eksekutif Libu Perempuan Sulteng, Dewi Rana, memberikan penilaian atas kinerja AKP Siti dalam mendampingi para korban kekerasan.
"Dalam setiap pelaksanaan tugas, beliau senantiasa menempatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai prioritas utama, khususnya bagi korban kekerasan baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat. AKP Siti Elminawati juga dikenal sebagai sosok yang humanis, responsif, dan konsisten dalam memberikan pendampingan kepada korban, sehingga kehadirannya mampu menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian," kata Dewi Rana.
Mengenai fokus pengabdiannya, AKP Siti Elminawati turut menegaskan pentingnya perlindungan bagi generasi muda.
"Anak ini adalah generasi muda yang nanti menjadi agen perubahan. Perempuan (akan jadi) ibu dari anak-anak, (sehingga) harus smart menghasilkan generasi yang unggul," kata Siti.
Kandidat selanjutnya adalah Ipda Kadek Sumerta, Panit Reskrim Polsek Blahbatuh, Gianyar, Bali. Sejak 2017, ia aktif mengayomi dan membina Yayasan Bhakti Senang Hati di Gianyar yang saat ini mendampingi sekitar 130 penyandang disabilitas.
Pendiri Yayasan Bhakti Senang Hati, Putu Suryati, mengungkapkan dampak positif dari kehadiran Ipda Sumerta bagi anak-anak binaannya.
"Setelah kenal sama Pak Sumerta, beliaunya sering juga berkunjung ke yayasan kami dan cara beliau membimbing, mengajar anak-anak di sana, akhirnya kami akrab kayak gimana itu, kami disayangi. Jadinya anak-anak itu hormat sama beliau gitu," kata Putu Suryati.
Sementara itu, AKBP Ema Rahmawati yang menjabat sebagai Kasubbag Binops Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri menjadi kandidat ketiga. Ia memelopori pendekatan jemput bola serta menjadi figur kunci pembentukan Direktorat PPA-PPO di berbagai wilayah.
Lawyer dari Women Crisis Center Perempuan Nusantara, Siti Mazuma, menyampaikan kesannya terkait kepemimpinan AKBP Ema.
"Sama Bu Ema itu kayak merasa nyaman ketika dalam proses penanganan kasus dan saya kira Bu Ema orang yang sudah punya komitmen lama di penanganan kasus perempuan dan anak, di mana beliau juga sudah menangani berbagai macam kasus dengan segala tantangan hambatan, dan beliau bisa menyelesaikannya dalam upaya pemenuhan hak perempuan dan anak korban kekerasan," kata Siti Mazuma.
AKBP Ema Rahmawati memaparkan proses panjang pengembangan struktur unit perlindungan tersebut di kepolisian.
"Saya juga merintis terbentuknya Direktorat PPA di Mabes Polri maupun di polres, sekarang ada 11 Polda dan 22 Satres PPA-PPO yang ada di Polres. Jadi, saya tahu banget perjalanan, perkembangan dari unit PPA ini yang dulunya memang unit, kemudian beberapa kali dialihkan berbeda subdit. Kemudian sampai dengan terbentuknya Direktorat PPA di Bareskrim dan Ditres PPA-PPO di 11 Polda dan Satres PPA-PPO di 22 Polres," kata AKBP Ema seperti dilansir dari detikcom.