Debu Gurun Sahara Menyuburkan Hutan Hujan Amazon di Amerika Selatan
Debu dari Gurun Sahara di Afrika terbawa angin melintasi Samudra Atlantik dan menyuburkan hutan hujan Amazon di Amerika Selatan, menurut laporan dari Detik iNET.
Setiap tahun, sekitar 180-200 juta ton debu terangkat dari Gurun Sahara oleh angin pasat, dengan sekitar 27,7 juta ton di antaranya jatuh di Cekungan Amazon. Debu ini membawa sekitar 22 ribu ton fosfor, unsur hara penting untuk pertumbuhan tanaman.
Meskipun Amazon dipenuhi pepohonan besar, tanah di bawah hutan hujan tersebut sebenarnya miskin unsur hara. Curah hujan yang tinggi terus melarutkan mineral dari tanah, sehingga tanpa pasokan fosfor dari debu Sahara, kesuburan Amazon akan menurun.
Para ilmuwan menyebut pengiriman debu lintas benua ini sebagai sistem alami yang menakjubkan, karena Gurun Sahara yang kering justru membantu mempertahankan kehidupan di hutan hujan tropis terbesar di dunia.
Peneliti dari University of Maryland dan NASA menggunakan satelit CALIPSO untuk melacak perjalanan debu yang melintasi Atlantik. Mereka menemukan sebagian besar debu yang menyuburkan Amazon berasal dari Cekungan Bodélé di Chad, bekas dasar danau purba yang kini menjadi salah satu sumber debu terbesar di dunia.
Penemuan ini menunjukkan bahwa sistem Bumi terhubung secara global, di mana debu yang berasal dari salah satu tempat paling kering di planet ini mendukung kehidupan di salah satu ekosistem paling subur.