Cyprus Perkuat Posisi Jadi Pintu Gerbang Teknologi Eropa di Jakarta

Share

Republik Cyprus memperkuat posisinya sebagai penghubung antara ekosistem teknologi Eropa dan Asia Tenggara. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan forum bertajuk "Cyprus as a Gateway: Linking the European & Southeast Asian Tech & Innovation Ecosystems" di Jakarta.

Kegiatan strategis tersebut menjadi bagian dari rangkaian Presidensi Cyprus di Dewan Uni Eropa yang tengah berjalan, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Kedutaan Besar Republik Cyprus di Jakarta menggelar acara ini bersama Research and Innovation Foundation serta Chief Scientist of the Republic of Cyprus. Forum tersebut memperkenalkan perkembangan riset sekaligus menawarkan peluang kolaborasi bagi pelaku teknologi, investor, akademisi, dan dunia usaha Asia Tenggara.

Sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia dan Eropa menghadiri forum ini. Di antaranya Duta Besar Cyprus untuk Indonesia Nikos Panayiotou, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia Prof. Stella Christie, Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi, serta Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri KADIN Indonesia Bernardino M. Vega.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperlihatkan besarnya perhatian terhadap penguatan kerja sama inovasi lintas kawasan. Kolaborasi internasional dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi di tengah pesatnya teknologi global.

Chief Scientist of the Republic of Cyprus, Demetris Skourides, menyampaikan paparan utama mengenai faktor strategis negaranya. Ia menjelaskan berbagai hal yang menjadikan Cyprus sebagai pintu masuk utama menuju pasar Eropa bagi perusahaan dan investor Asia Tenggara.

Menurut Skourides, Cyprus memiliki ekosistem penelitian yang berkembang pesat didukung lingkungan bisnis kompetitif. Regulasi yang ramah investasi, kualitas hidup tinggi, serta peluang ekspansi menjadi daya tarik bagi korporasi yang ingin memasuki kawasan Eropa.

Negara kepulauan di persimpangan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika ini terus meningkatkan investasi teknologi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat daya saing ekonomi mereka.

Duta Besar Cyprus untuk Indonesia, Nikos Panayiotou, menyatakan bahwa perkembangan inovasi negaranya telah mendapatkan pengakuan luas di tingkat internasional.

"Saat ini Cyprus menempati peringkat ke-25 dalam World Innovation Index dan dikategorikan sebagai strong innovator di antara negara-negara anggota Uni Eropa. Dengan ekosistem inovasi yang dinamis serta lokasi strategis di persimpangan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, Cyprus terus berkembang menjadi pusat inovasi regional yang dapat menjadi pintu gerbang bagi Indonesia dan Asia Tenggara untuk memasuki ekosistem yang lebih luas di Eropa," kata Nikos.

Pernyataan itu menegaskan ambisi Cyprus untuk memfasilitasi perusahaan Asia Tenggara dalam menembus pasar Uni Eropa secara lebih mudah melalui ekosistem yang terintegrasi.

Forum ini juga menjadi sarana bagi sejumlah perusahaan rintisan dan pusat riset asal Cyprus untuk mendemonstrasikan teknologi mutakhir mereka. Berbagai solusi inovatif dipresentasikan guna membuka kemitraan baru dengan institusi di Indonesia dan Asia Tenggara.

Sektor yang ditampilkan mencakup keuangan, keamanan siber, kecerdasan buatan (AI), teknologi maritim, hingga komunikasi satelit. Dynamic Works memperkenalkan sistem customer relationship management (CRM) serta solusi digital untuk transformasi industri jasa keuangan.

Sementara itu, QSecure menawarkan layanan offensive cybersecurity dan kepatuhan standar keamanan Uni Eropa untuk infrastruktur kritis. Solusi ini relevan menghadapi peningkatan ancaman siber pada sektor publik maupun swasta.

Cyprus Marine & Maritime Institute (CMMI) turut menampilkan hasil penelitian kelautan. Lembaga ini menjadi pusat unggulan yang berfokus pada pengembangan teknologi untuk mendukung ekonomi biru dan keberlanjutan lingkungan.

Pada bidang kecerdasan buatan, Powersoft memperkenalkan solusi berbasis AI untuk sektor ritel dan akuntansi guna meningkatkan efisiensi operasional. Di sisi lain, Orom AI memperkenalkan teknologi pemetaan dan lokalisasi berbasis AI secara real-time untuk industri dan kota pintar.

Perusahaan Tototheo Global menampilkan teknologi konektivitas digital berbasis satelit. Solusi tersebut dirancang untuk mendukung komunikasi optimal pada wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan konvensional.

Kolaborasi ini mendapat dukungan luas dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, KADIN, HI Incubator, Plug and Play, serta GATES. Bagi Indonesia, kemitraan ini membuka akses teknologi mutakhir dan memperkuat kapasitas penelitian nasional.

Sebaliknya, Cyprus memperoleh keuntungan berupa akses langsung ke pasar Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan ekonomi digital tercepat, populasi muda produktif, dan ekosistem startup yang dinamis.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author