9 Ciri Pertemanan Tidak Sehat yang Perlu Diwaspadai
Published
·
2 Reads
Seseorang tetap membutuhkan kehadiran teman dalam hidup untuk memberikan dukungan sosial dan emosional agar dapat menghadapi berbagai masalah. Studi yang dilansir Healthline menunjukkan bahwa memelihara hubungan sosial bahkan dapat memperpanjang umur serta menurunkan risiko masalah kesehatan mental dan fisik. Namun, tidak semua pertemanan memberikan efek positif.
Mengenali ciri pertemanan tidak sehat sejak awal sangat penting untuk menjaga kesehatan mental. Berikut adalah 9 ciri pertemanan tidak sehat yang perlu diwaspadai:
- 1. Mudah menyebarkan gosip — Teman yang toksik kerap menikmati menyebarkan rahasia atau informasi pribadi yang telah dipercayakan kepadanya ke seluruh lingkaran sosial.
- 2. Persaingan yang tidak sehat — Terjadi persaingan yang terus-menerus dan melelahkan, di mana mereka sering membandingkan kehidupan untuk membuktikan pendapat mereka.
- 3. Selalu ingin jadi 'pusat dunia' — Hanya hadir saat senang atau butuh sesuatu, serta selalu mengalihkan pembicaraan kembali ke diri mereka sendiri setelah selesai bercerita.
- 4. Merendahkan — Secara teratur merendahkan, menggunakan taktik halus maupun penghinaan terang-terangan yang membuat Anda merasa sengsara.
- 5. Membuat gelisah — Menghabiskan waktu bersamanya justru menimbulkan rasa gelisah, kesal, atau Lega ketika akhirnya berpisah dengannya.
- 6. Membandingkan dengan orang lain — Suka menunjukkan kekurangan Anda dibandingkan orang lain dan menggunakan tekanan teman sebaya untuk memaksa Anda melakukan hal yang tidak diinginkan.
- 7. Mencoba mengubah kita — Tidak mau menerima kepribadian Anda apa adanya dan terus mencoba mengubah citra atau diri Anda.
- 8. Meminta maaf tanpa ketulusan — Mengabaikan rasa sakit hati Anda dengan menyampaikan permintaan maaf yang acuh tak acuh atau disertai alasan defensif.
- 9. Kita malas melihat nama mereka di ponsel — Merasa enggan, cemas, atau tidak bersemangat bahkan hanya saat menerima pesan teks dari mereka.
Demikian pembahasan mengenai ciri pertemanan yang tidak sehat. Mengenali tanda-tanda ini membantu Anda menjaga kesehatan emosional dan membangun hubungan yang lebih suportif.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author