Kenali Ciri-ciri Orang dengan EQ Rendah Saat Teman Curhat
Kecerdasan emosional sangat penting dalam memahami dan merespons perasaan orang lain, terutama saat teman sedang curhat. Namun, orang dengan EQ rendah kerap menunjukkan respons yang kurang peka dan bisa membuat teman merasa tidak dihargai.
Berdasarkan penjelasan Dr. Deborah Vinall, Psy.D., LMFT, seorang terapis berlisensi di Amerika Serikat, orang dengan EQ rendah sering kesulitan memilih kata yang tepat di saat teman membutuhkan dukungan emosional.
Beberapa contoh kalimat yang kerap diucapkan oleh orang dengan EQ rendah saat mendengar curhat teman adalah "Kamu selalu membesar-besarkan segala sesuatu". Kalimat ini berpotensi meremehkan dan menyerang perasaan orang yang sedang terluka karena cenderung membela diri.
Selain itu, ungkapan seperti "Aku cuma bercanda. Kamu terlalu serius menanggapi semuanya" juga menunjukkan kurangnya empati. Meskipun dimaksudkan sebagai lelucon, tanggung jawab ada pada pembuat lelucon untuk menjaga perasaan orang lain.
Kalimat "Kamu membuatku sangat marah" menggambarkan pengalihan tanggung jawab atas perasaan sendiri, sehingga tidak membantu teman yang sedang berbagi masalah.
Orang dengan kecerdasan emosional biasanya akan meminta maaf saat menyakiti perasaan orang lain, berbeda dengan kalimat "Saya turut menyesal kamu merasa seperti itu" yang tidak menunjukkan tanggung jawab nyata atau empati penuh.
Ungkapan lain yang dianggap meremehkan adalah "Bukan itu yang terjadi", karena cenderung menyangkal pengalaman teman dan mengabaikan inti permasalahan yang disampaikan.
Di sisi lain, kalimat "Itu masalahmu" menunjukkan sikap tidak peduli dan kurangnya rasa kerja sama, yang justru merusak hubungan persahabatan.
Terakhir, pernyataan "Bukan masalah besar" walaupun kadang dimaksudkan untuk menghibur, sering kali menimbulkan penolakan emosional karena menyiratkan bahwa perasaan teman salah atau berlebihan.
Memahami ciri-ciri ini penting agar kita dapat lebih peka dan mendukung teman yang sedang membutuhkan, serta menghindari respons yang justru memperburuk suasana hati mereka, seperti dikutip dari HaiBunda.