China Tolak Partisipasi Taiwan dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia
China menolak keras keikutsertaan Taiwan dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-79 di Jenewa, Swiss, yang dimulai pada Senin, 18 Mei 2026, setelah komiterapat kembali menolak usulan status pengamat bagi Taipei.
Langkah Beijing memicu reaksi diplomatik setelah Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung dan Menteri Kesehatan Shih Chung-liang tetap berangkat ke Jenewa untuk menggelar pertemuan paralel di luar sidang resmi WHO.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan penolakan tersebut dalam konferensi pers di Beijing karena menganggap aktivitas tersebut sebagai gerakan separatis.
"Praktek otoritas Taiwan yang mengirim orang ke seluruh dunia untuk menyusup ke dalam konferensi demi menarik perhatian tidak lebih dari perilaku badut kecil," kata Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.
Guo Jiakun menambahkan bahwa tindakan tersebut tidak akan membuahkan hasil bagi posisi internasional Taiwan.
"Itu hanya akan membawa penghinaan pada diri mereka sendiri dan pasti gagal," ujar Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.
Guo Jiakun menegaskan bahwa seluruh organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa wajib mematuhi kebijakan satu China.
"Organisasi internasional, termasuk WHO, harus menangani masalah terkait Taiwan sesuai dengan prinsip satu-China," kata Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.
Di Jenewa, Presiden Taiwan Lai Ching-te mengirimkan pesan video ke forum independen yang diselenggarakan oleh delegasi Taiwan untuk menegaskan kontribusi kesehatan global mereka.
"Dengan bergabung dengan WHO, Taiwan dapat lebih memastikan hak atas kesehatan bagi seluruh rakyat kami, dan melakukan lebih banyak lagi untuk mendukung seluruh dunia," kata Lai Ching-te, Presiden Taiwan.
Perwakilan Tiongkok untuk PBB di Jenewa, Jia Guide, turut menegaskan bahwa posisi partai penguasa di Taiwan menjadi alasan utama tertutupnya pintu bagi Taipei di WHA.
"secara keras kepala menganut posisi separatis kemerdekaan Taiwan," kata Jia Guide, Perwakilan Tiongkok untuk PBB di Jenewa.
Jia Guide mendesak negara-negara sekutu Taiwan untuk menghentikan politisasi isu kesehatan dalam forum internasional demi kepentingan sepihak.
"berhenti mempolitisasi isu-isu kesehatan," kata Jia Guide, Perwakilan Tiongkok untuk PBB di Jenewa.
Jia Guide juga menyatakan bahwa tidak ada kekosongan dalam sistem pencegahan epidemi global akibat absennya Taiwan dari majelis.
"tidak ada apa-apa selain omong kosong belaka," kata Jia Guide, Perwakilan Tiongkok untuk PBB di Jenewa.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Taiwan, Shih Chung-liang, menjelaskan pentingnya integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem kesehatan nasional melalui platform bernama Kerangka Kerja 3-3-3.
"ketika dunia menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh populasi yang menua dan kekurangan tenaga kerja kesehatan, transformasi digital dalam layanan kesehatan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan," kata Shih Chung-liang, Menteri Kesehatan Taiwan.
Shih Chung-liang memaparkan bahwa ratusan rumah sakit di Taiwan telah mengintegrasikan rekam medis elektronik berbasis standar internasional demi keamanan data.
"Dalam kerangka keamanan siber Zero Trust, data kesehatan dapat dibagikan secara aman dan dimanfaatkan secara efektif," kata Shih Chung-liang, Menteri Kesehatan Taiwan.
Shih Chung-liang juga menekankan bahwa sistem pembelajaran berbasis AI yang dikembangkan Taiwan kini telah memfasilitasi kerja sama lintas batas tanpa melanggar privasi.
"Taiwan juga mempromosikan platform pembelajaran federasi yang memungkinkan validasi model AI lintas institusi dan lintas batas tanpa mentransfer data sensitif," kata Shih Chung-liang, Menteri Kesehatan Taiwan.
Shih Chung-liang menyatakan argumen hukum bahwa resolusi historis PBB yang sering digunakan China tidak pernah secara eksplisit melarang partisipasi praktis Taiwan di WHO.
"Baik Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa 2758 maupun Resolusi Sidang Majelis Kesehatan Dunia 25.1 tidak menyebutkan Taiwan atau mengecualikan Taiwan dari partisipasi dalam WHO dan WHA," kata Shih Chung-liang, Menteri Kesehatan Taiwan.
Pemerintah Swiss melalui juru bicara kementerian luar negeri menjelaskan bahwa kedatangan menteri Taiwan ditangani secara rutin tanpa fasilitasi visa karena pemegang paspor Taiwan mendapatkan fasilitas bebas visa.