Charina Anggie Simbolon Raih Gelar Lulusan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII

Share

Charina Anggie Simbolon berhasil meraih gelar Sapta Abdi Praja sebagai salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII setelah perjuangan panjang yang penuh penolakan dan keteguhan hati, dilansir dari Detikcom.

Perempuan asal Kota Batam ini merupakan anak kedua dari keluarga sederhana yang tinggal di lingkungan rumah dinas Kodim Batam. Ayahnya adalah prajurit TNI AD berpangkat Pembantu Letnan Satu, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Kesederhanaan dan pendidikan untuk selalu bersyukur membentuk kepribadiannya.

Anggie mengenang pesan ayahnya yang menitipkan cita-cita menjadi perwira kepada keempat anaknya karena ayahnya belum sempat mewujudkan mimpi tersebut.

"Nak, karena papa tidak bisa, silakan kalian berempat berjuanglah menjadi seorang perwira, apa pun yang kalian mau, sekolah di kedinasan mana pun," ujar Anggie mengingat pesan ayahnya.

Selepas lulus SMA, Anggie sempat gagal dalam beberapa seleksi kedinasan, termasuk IPDN tahun 2021. Ia juga menjadi relawan selama sembilan bulan di shelter pendamping korban perdagangan manusia dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang memperkaya pengalamannya tentang perjuangan dan rasa syukur.

"Saya belajar bahwa hidup itu memang penuh perjuangan. Walaupun saya merasa saya gagal, tapi Tuhan tuh masih memberikan saya keluarga yang hangat untuk selalu men-support," ujarnya.

Berbekal tekad kuat, Anggie kembali mengikuti seleksi IPDN pada 2022 dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan. Ia menangis haru saat hasil seleksi keluar.

"Itu saya nangis. Saya berterima kasih sama Tuhan. Terima kasih Tuhan, mungkin ini memang langkahku untuk banggakan Papa-Mama," terang Anggie.

Setelah resmi menjadi Praja IPDN, Anggie mengandalkan Tuhan dalam hidupnya dan berprestasi sebagai peringkat pertama pada tingkat dua dan tiga program studinya, hingga meraih Sapta Abdi Praja.

Momen paling membahagiakan bagi Anggie adalah ketika kedua orang tuanya menyaksikan pelantikannya langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Pamong Praja Muda.

"Ini yang aku bisa kasih. Ini undangan, kalian (mama-papa) bisa duduk tenang, kalian bisa menyaksikan aku menjadi sepuluh besar, kalian bisa menyaksikan aku dilantik sama Pak Prabowo. Itu suatu kebanggaan untuk orang tua saya, dan itu suatu hal yang sangat saya syukuri," ungkapnya.

Kini resmi menjadi aparatur sipil negara, Anggie bercita-cita melanjutkan pendidikan magister di luar negeri dan terus mengembangkan diri sebagai pelayan publik.

"Saya ingin menjadi seorang ASN yang benar-benar melayani, bukan untuk dilayani," jelasnya.

Anggie juga memberi pesan kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi meski berasal dari keluarga sederhana.

"Ayo, jangan putus asa, jangan ragu dengan apa yang kamu miliki. Yang penting kamu niat, kamu punya motivasi, kamu belajar dengan sungguh-sungguh, dan itu semua harus kamu tutup dengan doa," pesannya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author