Ahli Gizi Ungkap Cara Mengonsumsi Daging Setiap Hari Tetap Sehat
Mengonsumsi daging setiap hari ternyata tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Asalkan, Anda memerhatikan beberapa faktor penting agar daging tetap menjadi bagian dari asupan bergizi seimbang.
Daging hingga kini masih menjadi salah satu sumber protein hewani favorit bagi banyak orang. Selain mengenyangkan, bahan makanan ini mengandung nutrisi esensial seperti protein, zat besi, vitamin B12, serta mineral.
Makan daging setiap hari masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, seperti dilansir dari Detik Food. Ahli gizi Natalie Rizzo menyatakan kunci kesehatannya terletak pada pemilihan jenis, metode pengolahan, serta makanan pendampingnya.
Terdapat beberapa langkah mudah yang dapat dipraktikkan di rumah untuk menjaga kualitas nutrisi saat mengonsumsi daging.
1. Memilih Bagian yang Rendah Lemak
Kandungan lemak pada setiap jenis daging tidaklah sama. Masyarakat yang rutin mengonsumsi komoditas ini disarankan untuk lebih sering memilih daging tanpa lemak atau dikenal sebagai lean meat.
Rizzo merekomendasikan daging unggas seperti ayam dan kalkun, serta ikan sebagai opsi utama. Jenis protein hewani tersebut kaya akan vitamin dan mineral, namun memiliki lemak jenuh yang lebih sedikit daripada daging merah.
Bagian dada ayam tanpa kulit menjadi pilihan terbaik karena memiliki kadar lemak yang rendah. Sementara untuk daging sapi, pilihlah potongan yang meminimalkan marbling atau lapisan lemak yang tampak jelas.
2. Membatasi Asupan Daging Merah
Daging merah seperti sapi, kambing, dan domba memang sangat kaya akan zat besi serta protein. Namun, konsumsi yang berlebihan berisiko meningkatkan asupan lemak jenuh yang memicu kenaikan kadar kolesterol darah.
Rizzo memberikan saran untuk membatasi konsumsi daging merah menjadi sekitar satu porsi saja dalam sepekan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu menekan total asupan lemak jenuh harian.
Konsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, ham, maupun kornet juga perlu dikurangi. Berbagai studi membuktikan daging olahan mengandung kadar garam dan lemak yang lebih tinggi, sehingga hanya cocok dikonsumsi sesekali.
3. Memperhatikan Metode Memasak
Banyak orang hanya fokus pada jenis daging yang dibeli tetapi mengabaikan cara memasaknya. Padahal, teknik pengolahan di dapur berpengaruh besar terhadap kualitas gizi hasil akhir makanan.
Rizzo menganjurkan penggunaan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak alpukat saat memasak. Di samping itu, teknik memasak yang hanya memerlukan sedikit minyak jauh lebih disarankan.
Metode memasak dengan suhu rendah seperti merebus, mengukus, membuat semur, atau memanggang perlahan dinilai lebih aman. Mengolah daging dengan suhu sangat tinggi hingga hangus dapat memicu terbentuknya senyawa yang bersifat karsinogenik.
4. Melengkapi dengan Asupan Nabati
Kesalahan umum yang sering dijumpai adalah menempatkan daging sebagai pusat hidangan, sedangkan sayuran hanya menjadi pelengkap porsi kecil. Para ahli gizi justru menyarankan agar piring makan didominasi bahan pangan nabati.
Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan legum menyimpan serat, vitamin, serta antioksidan yang tidak ada pada daging. Kehadiran unsur nabati ini berfungsi sebagai penyeimbang pola makan tubuh.
Bagi Anda yang ingin mulai mengurangi porsi daging, Rizzo menyarankan untuk menambah sumber protein nabati seperti tempe, tahu, atau kacang merah. Mencoba beberapa hari tanpa daging setiap minggu dapat menjadi langkah awal yang baik.