Busa Deterjen Berlebih Hambat Proses Pencucian Pakaian
Penggunaan deterjen yang menghasilkan busa melimpah ternyata justru mengganggu proses pembersihan pakaian pada mesin cuci otomatis. Fakta kebersihan tersebut disampaikan oleh pakar kebersihan Ann Russell pada Selasa (26/5/2026), dilansir dari HaiBunda.
Klarifikasi ini merespons sebuah video viral di media sosial TikTok yang membandingkan dua mesin cuci otomatis saat beroperasi. Satu mesin cuci dipenuhi busa lebat, sementara mesin cuci lainnya tampak hampir tidak menghasilkan gelembung sama sekali.
Russell menegaskan bahwa produk pembersih untuk mesin cuci otomatis memang diproduksi dengan formula rendah busa. Sedikitnya gelembung yang dihasilkan bukan berarti pakaian tidak tercuci dengan bersih melainkan menjadi indikator takaran pemakaian yang tepat.
"Busa justru menghambat proses pembersihan, bukan membantu menghilangkan kotoran. Busa cenderung menahan kotoran tetap berada di pakaian padahal seharusnya kotoran itu terlepas dan terbawa air," ujar Ann Russell, Pakar Kebersihan.
Menurutnya, mesin cuci yang mengeluarkan busa sangat banyak dipicu oleh pemakaian deterjen yang terlalu berlebihan. Penyebab lainnya adalah penggunaan jenis sabun cuci yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin otomatis tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa kebersihan pakaian sebenarnya lebih dipengaruhi oleh faktor mekanis berupa perputaran dan gesekan antarkain di dalam air. Fungsi utama dari sabun cuci melainkan hanya untuk membantu pelepasan noda yang membandel pada serat kain.
"Deterjen yang dirancang untuk mesin cuci otomatis, baik mesin cuci bukaan depan maupun bukaan atas, memang dirancang untuk menghasilkan sedikit busa karena busa menghambat pembersihan, tidak membantu mengangkat kotoran, malah cenderung menahan kotoran, dan kita ingin kotoran tersebut keluar dan terlepas kan," tambah Ann Russell, Pakar Kebersihan.
Lebih lanjut, tumpukan busa yang terlalu banyak berisiko menyebabkan proses pembilasan pakaian berjalan tidak optimal. Sisa-sisa sabun bersama kotoran berpotensi tetap menempel di permukaan kain dan memicu masalah kesehatan seperti iritasi kulit pengguna.