Bungie PHK Massal 292 Karyawan Akibat Destiny 2 Tidak Penuhi Harapan

Share

Studio gim Bungie dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK massal terhadap sebagian besar karyawannya. Langkah efisiensi besar-besaran ini diambil setelah performa gim andalan mereka dinilai tidak sesuai dengan target.

Seperti dilansir dari Gamebrott, kabar pengurangan tenaga kerja ini pertama kali diketahui melalui surat elektronik dari CEO Sony Interactive Entertainment (SIE), Hermen Hulst, kepada para staf.

Dalam email tersebut, Hermen Hulst menyatakan bahwa restrukturisasi melanda tim pengembang waralaba Destiny serta beberapa anggota tim yang sedang menggarap proyek Marathon.

Data resmi mengenai jumlah pekerja yang terdampak dikonfirmasi oleh serikat pekerja Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN). Lembaga ini menyampaikan laporan kepada Departemen Keamanan Ketenagakerjaan Negara Bagian Washington.

Berdasarkan laporan tersebut, pemangkasan hubungan kerja menimpa 292 orang karyawan di kantor Bellevue. Kebijakan pengurangan staf ini dijadwalkan mulai berlaku secara resmi pada tanggal 9 Juli 2026 mendatang.

Angka pemecatan ini setara dengan pelepasan sekitar 50% dari total tenaga kerja yang dimiliki Bungie saat ini. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu gelombang PHK paling besar yang pernah melanda studio tersebut.

Melalui akun media sosial resmi mereka di X, manajemen Bungie mengumumkan bahwa tindakan sulit ini terpaksa diambil demi menata kembali struktur organisasi perusahaan.

Pihak manajemen mengungkapkan alasan di balik keputusan berat tersebut yang bersumber dari performa finansial lini produk utama mereka.

"Para Pimpinan Bungie" mengatakan bahwa mereka menyadari game Destiny 2 tidak memenuhi harapan selama beberapa tahun terakhir dan mengakibatkan keputusan sulit harus diambil.

Situasi ini diperparah karena pembaruan konten terakhir untuk gim tersebut telah selesai dilepas ke publik. Sementara itu, proyek-proyek masa depan lainnya masih berada dalam fase awal pengembangan.

Kondisi tersebut membuat manajemen studio merasa tidak mampu lagi melanjutkan operasional perusahaan dengan skala kapasitas kelompok kerja yang besar seperti sebelumnya.

Di sisi lain, Hermen Hulst memberikan pandangan berbeda terkait proyek gim lain yang sedang berjalan. Ia menyatakan bahwa proyek bertajuk Marathon tetap memegang peranan krusial bagi masa depan perusahaan.

Hermen Hulst menyebutkan bahwa Marathon tetap menjadi bagian penting dari portofolio mereka meskipun game ini memiliki jumlah pemain aktif yang lebih rendah dari Destiny 2 hingga saat ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author