Bumi Berpotensi Selamat dari Kiamat Matahari Menurut Studi Terbaru

Share

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Bumi berpotensi tidak langsung hancur saat Matahari memasuki fase akhir hidupnya. Menurut studi yang dilansir dari Detik iNET pada Rabu (12/8/2026), planet ini dapat lolos dari kehancuran fisik akibat dinamika gaya gravitasi dan kehilangan massa bintang.

Nasib Bumi pada masa mendatang ditentukan oleh interaksi antara tarikan gravitasi dan berkurangnya massa Matahari saat memasuki fase raksasa merah. Keseimbangan kedua faktor tersebut menjadi penentu utama arah orbit Bumi.

"Nasib Bumi bergantung pada keseimbangan yang sangat halus," tulis para peneliti.

Matahari diperkirakan akan kehabisan bahan bakar hidrogen sekitar 5 miliar tahun lagi dan membengkak menjadi raksasa merah hingga ratusan kali lipat. Dalam proses tersebut, penurunan massa Matahari melemahkan gravitasinya, sementara gaya pasang surut menarik Bumi mendekat. Jika kehilangan massa lebih dominan, orbit Bumi akan terdorong menjauh.

Meskipun model terbaru memprediksi Bumi bisa selamat secara fisik dari gumpalan Matahari, kondisi lingkungan planet ini tetap akan hancur bagi kehidupan. Sekitar 1 miliar tahun dari sekarang, peningkatan radiasi energi Matahari akan menguapkan seluruh lautan dan memicu efek rumah kaca tak terkendali seperti di Venus.

Interaksi fisika yang kompleks ini memperbarui pemahaman para ilmuwan mengenai evolusi bintang. Kehidupan di Bumi dipastikan punah lebih awal sebelum fase akhir Matahari, sehingga keselamatan planet ini hanyalah berupa keberadaan fisik tanpa keberlangsungan biologis.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: astronomi BUMI matahari sains
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author