Brigadir Renita Rismayanti Digitalkan Data Kriminal Misi PBB
Peraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Inovatif, Brigadir Renita Rismayanti, merancang sistem digitalisasi data kriminal saat bertugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah. Inovasi tersebut berhasil menggantikan pengolahan data manual untuk memudahkan pelacakan serta pencegahan kejahatan oleh kepolisian setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (13/8/2026).
Integrasi database kriminal yang dibangun Renita bersama timnya tersebut kini tidak hanya digunakan di Afrika Tengah, tetapi juga dilirik oleh markas besar PBB untuk diterapkan pada berbagai misi perdamaian dunia lainnya.
"Masih (sistem ini) sampai sekarang masih dipakai, yang saya tahu di Afrika Tengah. Tapi PBB sendiri, UNHQ juga dengan adanya database ini mereka bisa percaya bahwa ini bisa diadaptasi di misi-misi lain PBB di seluruh dunia," ujar Renita.
Selain mengembangkan inovasi teknologi di tengah tingginya angka kriminalitas, Renita menghadapi tantangan operasional secara langsung di wilayah konflik. Petugas lapangan dibekali alat pelindung diri berupa rompi serta senjata api yang penggunaannya diatur ketat untuk menjaga keselamatan personel sesuai perimeter aman.
"Tindak pidana di depan mata itu sering, contohnya pencurian, orang di sana itu mencuri enggak ngumpet-ngumpet. Kita itu mendapat briefing supaya tetap safe saat bertugas, dan kita harus mematuhi perimeter (garis batas) yang telah ditentukan supaya kita lebih aman di sana. Selain itu kita juga dibekali alat pelindung diri semacam rompi dan senjata api, tentunya dalam penggunaanya ada aturan ketat dan tidak boleh gegabah," kata Renita.
Berkat terobosan tersebut, Renita sebelumnya juga dianugerahi penghargaan Women Police Officer of the Year 2023 dari PBB yang turut membawa harum nama institusi Polri di tingkat internasional.