BPS Catat China AS dan India Jadi Tujuan Ekspor Terbesar

Share

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan China, Amerika Serikat, dan India tetap mendominasi sebagai tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia selama periode Januari hingga April 2026. Informasi mengenai peta perdagangan internasional ini disampaikan langsung dalam rilis resmi BPS di Jakarta pada Selasa (2/6/2026).

"Tiga besar negara tujuan ekspor adalah Tiongkok, Amerika Serikat dan India.Nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share sekitar 44,52% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari hingga April 2026," kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam rilis BPS, Selasa (2/6/2026).

Dilansir dari Bloomberg Technoz, akumulasi pengiriman komoditas nonmigas menuju China menyentuh angka US$22,76 miliar. Jumlah tersebut merepresentasikan porsi sebesar 25,93% dari total keseluruhan aktivitas ekspor Indonesia ke negara tirai bambu tersebut.

Sektor besi dan baja memimpin komoditas ekspor ke China dengan sumbangan US$5,9 miliar atau berkontribusi sebesar 25,94% terhadap impor mereka. Komoditas nikel beserta produk turunannya menyusul di posisi berikutnya dengan catatan performa sebesar US$3,7 miliar atau setara 16,27%.

"Berikutnya untuk nilai ekspor nonmigas ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$10,17 miliar dan didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya," kata Pudji.

Aliran ekspor ke Negeri Paman Sam tersebut menyumbang porsi sebesar 11,59% bagi total ekspor nasional. Sektor mesin dan perlengkapan elektrik menyuplai nilai sebesar US$1,64 miliar, sedangkan komoditas alas kaki membukukan nilai US$949 miliar sepanjang caturwulan pertama 2026.

Sementara itu, arus perdagangan nonmigas Indonesia menuju India mengumpulkan nilai sebesar US$6,14 miliar. Angka perdagangan tersebut menyumbang kontribusi sebesar 7% terhadap struktur total ekspor nonmigas nasional dalam kurun waktu Januari hingga April 2026.

Pasokan bahan bakar mineral mendominasi komoditas utama menuju India dengan perolehan US$2,01 miliar atau mencakup 32,78% dari total pengiriman ke sana. Sektor lemak serta minyak hewani atau nabati juga menjadi andalan lewat sumbangan bernilai US$1,13 miliar atau berkontribusi sebesar 18,42%.

Aktivitas pengiriman mesin, perlengkapan elektrik, beserta komponennya ke India ikut memperkuat performa perdagangan dengan nilai US$694,05 juta. Sektor peralatan elektronik ini mengamankan pangsa pasar sebesar 11,3% dari total ekspor nonmigas RI ke negara tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author