BPBD Kabupaten Malang Sebut Kebakaran Bromo Merembet ke Wilayahnya
Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo mulai merembet ke wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di daerah Jemplang dekat tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang, Rabu.
Jarak api yang sudah menjalar ke wilayah Malang sekitar 1,5 kilometer dari tugu perbatasan dengan pengukuran jarak tempuh melalui jalan darat, menurut Kepala Bagian Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.
Penanganan kebakaran melibatkan personel dari berbagai instansi, termasuk BPBD Kabupaten Malang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta BPBD Kabupaten Probolinggo dan Lumajang.
Selain itu, peran aktif juga diberikan oleh Masyarakat Peduli Api Desa Ngadas, TNI, Polri, serta relawan dan perangkat desa Poncokusumo dan Ngadas.
"Tim gabungan saat ini terus melakukan operasi pemadaman darat dengan membuat sekat bakar," ujar Sadono.
Petugas juga melakukan penyemprotan air dengan truk tangki dari Balai Besar TNBTS dan BPBD Provinsi Jawa Timur.
"Cuaca di wilayah Bromo saat ini berawan dengan kecepatan angin sedang ke arah barat," tambah Sadono.
Kebakaran yang terjadi di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB, kini meluas sampai ke Watu Gede di wilayah administrasi Kabupaten Probolinggo.
Untuk menjaga keamanan wisatawan, Balai Besar TNBTS menutup tiga jalur akses wisata ke Gunung Bromo, yaitu di Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang sejak pukul 22.00 WIB.
Penutupan jalur wisata ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, sementara wisatawan masih dapat mengakses Gunung Bromo melalui pintu masuk Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.