Enam Bola Logam Misterius Ditemukan Terdampar di Pantai Australia
Enam bola logam besar misterius yang diduga merupakan sampah antariksa jatuh dan ditemukan terdampar di sebuah pantai terpencil di Australia pada Jumat waktu setempat. Dilansir dari Detik iNET, penemuan objek berbentuk tidak biasa ini langsung memicu respons dari kepolisian setempat dan Badan Antariksa Australia (Australian Space Agency) untuk menyelidiki asal-usulnya.
Pihak kepolisian awalnya mengamankan area sekitar lokasi penemuan sejauh 50 meter menggunakan pakaian hazmat karena mengkhawatirkan adanya kandungan bahan berbahaya, sebelum akhirnya menyatakan objek tersebut aman. Sejumlah pakar meyakini komponen logam berukuran besar ini terlepas dari peluncuran roket atau wahana antariksa.
Astrofisikawan dari Australian National University, Brad Tucker, memberikan pandangannya mengenai jumlah objek yang ditemukan di kawasan pantai tersebut.
"Fakta bahwa kabarnya ada tiga tangki berarti benda itu berasal dari satelit sangat besar atau bagian atas sebuah roket," kata Brad Tucker, Astrofisikawan Australian National University.
Kondisi fisik luar dari objek logam tersebut juga diteliti oleh pakar lain untuk mengidentifikasi posisinya saat memasuki bumi. Pakar sampah antariksa Flinders University, Alice Gorman, menjelaskan bahwa bola-bola tersebut tidak memiliki bekas luka bakar akibat gesekan atmosfer.
"Ini menunjukkan benda tersebut mungkin berasal dari tahapan roket, mungkin tahap pertama atau kedua, yang jatuh kembali ke Bumi sementara bagian roket lainnya terus melaju untuk mengantarkan muatan ke luar angkasa," kata Alice Gorman, Pakar sampah antariksa Flinders University.
Gorman menambahkan bahwa struktur material dari objek bulat tersebut memiliki ketahanan panas yang sangat tinggi dan berfungsi sebagai penampung fluida.
"Benda-benda itu tampak sesuai dengan apa yang akan Anda temukan sebagai bagian sistem bahan bakar. Itu adalah bejana bahan bakar bertekanan yang terbuat dari paduan titanium dengan titik lebur sangat tinggi," sebut Alice Gorman, Pakar sampah antariksa Flinders University.
Penemuan material semacam ini di daratan luas bukan hal pertama yang terjadi, melainkan fenomena yang dapat terakumulasi dari waktu ke waktu.
"Benda ini sebenarnya dikenal sebagai space balls (bola angkasa) dan bisa ditemukan bertahun-tahun setelah sebuah peluncuran. Ini mungkin bukan sesuatu yang sempat dilihat oleh siapa pun saat jatuh mendarat," imbuh Alice Gorman, Pakar sampah antariksa Flinders University.
Secara statistik, luasnya wilayah daratan Australia meningkatkan probabilitas wilayah tersebut menjadi lokasi pendaratan puing-puing peluncuran wahana antariksa yang kian intensif dalam beberapa tahun terakhir.
"Kita melakukan lebih banyak peluncuran ke angkasa lima tahun terakhir dibanding sepanjang sejarah manusia. Berarti ada lebih banyak objek yang masuk kembali ke Bumi," pungkas Alice Gorman, Pakar sampah antariksa Flinders University.