Bocah Sembunyi di Bagasi Taksi Online Bogor Usai Mengaku Ingin ke Tangerang
Aksi nekat dilakukan seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia diam-diam menyusup ke ruang bagasi sebuah taksi online hingga memicu kekaget pengemudi serta para penumpang.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Seperti dilansir dari Detikcom, bocah tersebut merangkak masuk ke dalam bagasi saat pengemudi taksi online sedang mengambil penumpang di Terminal Bojonggede.
Pengemudi kendaraan baru menyadari keberadaan anak tersebut sewaktu melintas di wilayah Tajurhalang, Bogor. Kejadian tersebut kemudian terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial.
Guna menghindari tuduhan penculikan anak, sang pengemudi taksi online memutuskan membawa bocah itu ke Polsek Tajur Halang. Pihak kepolisian kemudian membantu mengantar sang anak kembali kepada keluarganya di Bojonggede.
Saat diinterogasi oleh warga dan pengemudi, anak tersebut sempat memperagakan cara dirinya membuka dan masuk ke dalam bagasi. Ia mengaku berniat pergi ke Tangerang, meskipun rute kendaraan yang diumpanginya sama sekali tidak searah.
Kapolsek Tajur Halang Iptu Raden Suwito mengonfirmasi kronologi peristiwa tersebut. Kehadiran anak kecil yang tiba-tiba muncul dari area bagasi sempat memicu perdebatan antara sopir dan penumpang.
"Jadi mobil sudah bergerak, kemudian si anak muncul dan semua kaget tiba-tiba ada orang kan, anak kecil pula. Mungkin saling tanya, penumpang kira anak sopir, sedangkan sopir kira anak dari penumpang, sampai ada perdebatan," kata Suwito.
Atas saran dari penumpang di dalam mobil, pengemudi akhirnya mengarahkan kendaraannya menuju kantor polisi terdekat untuk menyerahkan anak tersebut.
"Akhirnya sopir juga nggak mau kesalahan dikira nyulik anak atau apa, akhirnya saran dari penumpang dibawa ke Polsek Tajur Halang," imbuhnya.
Personel Polsek Tajur Halang, Aiptu Lili, kemudian mengantar bocah tersebut ke tempat tinggalnya. Setibanya di lokasi, rumah dalam keadaan kosong sehingga petugas menyerahkannya kepada ketua RT setempat.
"Anak ini diantar sama Pak Lili ke rumah tinggalnya, ternyata nggak ada orang. Jadi anak ini memang salah satu korban ketidakharmonisan kedua orang tuanya dan tinggal sama kakek dan neneknya," kata Suwito.
"Jadi diantar, diterima sama pihak RT, nanti Pak RT di sana diserahkan ke orang tuanya atau kakek dan neneknya," imbuhnya.
Ketua RT setempat, Suhendar, mengungkapkan bahwa aksi nekat bocah berusia tujuh tahun itu bukan pertama kali terjadi. Pengurus lingkungan beserta warga sekitar sudah terbiasa menangani kelakuan anak tersebut.
"Jadi memang anak ini sering begitu ya, buka sekali, dua kali. Saya juga sering kedatangan orang antar anak ini. Jadi dia juga sudah hafal alamat rumah dimana, nama saya siapa, jadi memang mudah sih kalau ada apa-apa, orang langsung antarnya ke saya," kata Suhendar.
Sebelumnya, anak itu pernah terbawa kendaraan warga sampai ke daerah Sentul. Selain itu, ia juga sempat menyelinap masuk ke dalam alat berat backhoe dan menyalakan mesinnya.
"Belum lama, dia sampai kebawa mobil sampai ke Sentul, dulu dapat laporan dari Polsek Kemang juga. Pernah dia diam-diam masuk ke mobil backhoe, terus dinyalain mesinnya. Jadi kalau orang sini memang sudah tahu anaknya kayak gimana," imbuhnya.
Anak tersebut diketahui menetap bersama kakek dan neneknya di Bojonggede karena kedua orang tuanya telah berpisah. Ibunya saat ini tinggal di Parung untuk bekerja.
"Kalau ibunya kan kerja di Parung, ngontrak di sana. Nah disini si anak itu tinggalnya sama neneknya, kalau bapaknya kan sudah nggak tinggal disini, sudah cerai juga," kata Suhendar.