BNPB Percepat Penyaluran Logistik Penyintas Gempa M 77 di NTT

Share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendistribusikan ratusan ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).

Upaya penanganan darurat terus difokuskan pada percepatan pengiriman bantuan ke daerah-daerah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur. Berdasarkan data yang dilansir dari Detikcom, total korban terdampak bencana gempa di NTT telah mencapai 1.050 orang.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyatakan pihak pemerintah fokus menangani krisis kebutuhan pokok di lapangan. Kondisi darurat di beberapa titik posko pengungsian, seperti wilayah Reo di Kabupaten Manggarai, sebelumnya dilaporkan sempat terkendala keterbatasan jaringan listrik dan air bersih.

"Kami terus bekerja keras dan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lapangan," kata Suharyanto, Jumat (21/8/2026).

Pengiriman bantuan dilakukan melalui berbagai jalur transportasi darat, udara, dan laut untuk menjangkau lokasi bencana. Pengiriman logistik paket sembako dari Presiden RI serta berbagai donasi masyarakat diangkut menggunakan armada Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta dan KRI dr. Soeharso.

"Kami memahami kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di pengungsian. Bantuan logistik presiden telah didistribusikan dengan total bantuan yang dikirimkan sebanyak 411 ton dari tanggal 15 sampai 19 Agustus 2026," jelasnya.

Prioritas pendistribusian udara pada 19 Agustus 2026 mencakup pengiriman 72,77 ton logistik, termasuk 5.000 paket sembako ke Posko Maumere serta 2.900 paket ke Posko Labuan Bajo. Pihak TNI AL juga menyediakan 882 unit tenda dan dua unit rumah sakit lapangan.

"Kami memastikan distribusi terus berjalan ke wilayah terisolasi, termasuk melalui jalur laut dan udara, agar kebutuhan dasar warga di pengungsian dan daerah terdampak terpenuhi," kata Suharyanto.

Pemulihan fasilitas penunjang komunikasi dan pembukaan akses jalan yang tertutup tanah longsor juga terus dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, terutama di wilayah Ende dan Manggarai Timur.

"BNPB bersama Pemerintah Daerah, TNI/Polri, Basarnas, relawan, dan seluruh unsur terus bergerak di lapangan. Saya sendiri meninjau langsung kondisi di Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Ende untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan mendengar kebutuhan warga secara langsung," jelasnya.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat rincian dampak kerusakan fisik dan korban jiwa hingga Jumat (21/8/2026) pukul 11.00 WIB. Korban meninggal dunia paling banyak terdata berada di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

"83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan," ujar Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso.

Wilayah Manggarai Timur mencatatkan 670 orang terdampak bencana, dengan 70 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author