BNPB Catat Kerusakan 1.378 Sekolah Akibat Gempa di Flores NTT

Share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.378 sekolah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pekan lalu, dilansir dari Detikcom.

Sebanyak 923 sekolah di antaranya diliburkan sementara waktu. Proses pendataan kerusakan sekolah sudah mencapai 92 persen dengan total 5.521 ruang kelas dan 502 fasilitas sekolah mengalami kerusakan berat, kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Pemerintah menyediakan sarana darurat bagi 177.678 siswa dan 21.166 tenaga pendidik terdampak agar proses belajar tetap berjalan. Selain sekolah yang diliburkan, 35 sekolah memanfaatkan ruang darurat untuk kegiatan belajar.

Selain itu, 171 sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sementara 30 sekolah masih melaksanakan kegiatan belajar seperti biasa. Sebanyak 219 sekolah lainnya belum mendapatkan keterangan resmi dari tim asesmen lapangan.

Kementerian Agama ikut menangani dengan menyiapkan ruang belajar sementara bagi madrasah terdampak. Data Kemenag mencatat 72 RA/madrasah terdampak di tujuh kabupaten, dengan 32 satuan pendidikan dan 5.523 siswa masuk prioritas pertama karena mengalami kerusakan berat.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, M. Arskal Salim, mengatakan, "Respons tanggap darurat harus berbasis kebutuhan. Karena itu, verifikasi dan pemutakhiran data terus dilakukan agar dukungan yang diberikan tepat sasaran."

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan keselamatan menjadi prioritas dalam penempatan ruang belajar sementara.

"Pemulihan sarana pendidikan memang membutuhkan waktu, tetapi layanan pembelajaran harus tetap berjalan selama proses pemulihan itu," ujar Amien Suyitno.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: gempa NTT Pendidikan
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author