BMKG Prediksi Gelombang Tropis Picu Pertumbuhan Awan Hujan di Indonesia

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Rabu (20/5) akibat pengaruh gelombang tropis. Peningkatan pembentukan awan konvektif ini tetap terjadi meskipun kondisi iklim global saat ini berada dalam kategori El Nino Condition.

Hasil analisis iklim global menunjukkan nilai SOI sebesar -7,4 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,52 yang mengindikasikan potensi penurunan awan hujan, khususnya di Indonesia bagian timur. Namun, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudra Hindia diprediksi berada pada fase 3 dan aktif di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kondisi atmosfer di tanah air juga dilaporkan masih dipengaruhi oleh aktivitas beberapa gelombang tropis dalam beberapa waktu ke depan.

"Aktivitas gelombang tropis tersebut dapat membantu meningkatkan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah yang dilaluinya," demikian keterangan BMKG dalam laman resminya, dikutip Selasa (19/5).

Selain gelombang tropis, BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik yang berpotensi membentuk daerah konvergensi dan konfluensi. Daerah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, NTB, NTT, Laut Halmahera, hingga Samudra Pasifik utara Maluku Utara.

Kombinasi pola sirkulasi, belokan dan perlambatan angin, serta kelembaban yang cukup ikut mendukung pertumbuhan awan hujan. Daftar lengkap wilayah yang berpotensi terdampak hujan pada hari ini telah dirilis melalui akun Instagram resmi milik BMKG.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author