BMKG Prakirakan Hujan Potensial Guyur Sejumlah Wilayah Sumatra
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Sumatra didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan, namun hujan ringan masih berpotensi mengguyur sejumlah daerah pada Rabu (22/7/2026). Potensi hujan ringan tersebut dipicu oleh kondisi atmosfer serta kemunculan daerah konvergensi atau pertemuan angin yang membentang di sebagian wilayah Sumatra, sehingga memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan meliputi Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, hingga Bandar Lampung, sedangkan Banda Aceh diprakirakan cerah berawan hingga berawan.
Suhu udara di wilayah Sumatra secara umum berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi, di mana wilayah pegunungan Sumatra Barat masih berpotensi mengalami hujan disertai petir.
Sebelumnya, prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Budi Prasetyo mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Utara. "Waspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Christen Marpaung menambahkan bahwa kondisi atmosfer dan perairan turut mendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut. Suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Selatan Sumatera berpotensi meningkatkan penguapan uap air, didukung pola angin bergerak dari Tenggara ke Barat Laut berkecepatan 5 hingga 30 knot.
Sementara itu, BMKG juga merilis imbauan khusus bagi masyarakat dan pelaku aktivitas kelautan di kawasan pesisir Sumatera Utara. "Waspada, pada siang hingga sore hari berpotensi terjadi hujan ringan, sedangkan malam hari hujan ringan diprakirakan mengguyur Sibolga, Pandan, Barus, Sorkam, dan Pinangsori," kata Dewi Anastia Sidauruk. Pihak BMKG mencatat tinggi gelombang di Perairan Barat Sumatra Utara dan Perairan Timur Kepulauan Nias berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter dengan kecepatan angin mencapai 20 hingga 21 knot.
"Angin bertiup dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan 2 sampai 10 knot dan dapat mencapai 21 knot," ujarnya.
Kewaspadaan gelombang juga diingatkan untuk wilayah perairan lainnya di sekitar Kepulauan Nias. "Arah angin diprakirakan bertiup dari utara hingga timur dengan kecepatan 2 sampai 5 knot dan dapat mencapai 20 knot," katanya. Secara historis, analisis reanalisis iklim ERA5 menunjukkan tren peningkatan suhu harian rata-rata di Kota Medan sebesar 1,8°C sejak 1940, dari 24,9°C menjadi 26,7°C pada 2026.