BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Share

Badan Meteorologi, Climatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia akan diguyur hujan dengan intensitas bervariasi pada Jumat, 12 Juni 2026.

Kondisi ini terjadi di tengah analisis perkembangan musim kemarau yang menunjukkan bahwa 28,6 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.

Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah selatan Indonesia mulai didominasi kategori panjang, yaitu 21 hingga 30 hari tanpa hujan seiring meningkatnya pengaruh Monsun Australia yang membawa massa udara kering.

Kendati demikian, potensi hujan signifikan masih perlu diwaspadai di sejumlah daerah karena pertumbuhan awan hujan yang masih aktif.

Prakirawan BMKG, Ina Indah menjelaskan bahwa beberapa kota besar di Sumatra seperti Medan, Pekanbaru, Padang, dan Tanjung Pinang berpotensi mengalami hujan ringan, sementara Palembang perlu mewaspadai intensitas serupa.

"Kota Jambi, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung diprakirakan berawan tebal, sedangkan Bengkulu berpotensi hujan ringan. Waspadai hujan dengan intensitas ringan yang dapat melanda Palembang," katanya.

Untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Ina mengumumkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga petir akan melanda beberapa titik.

"Hujan petir berpotensi melanda Palu, sementara Mamuju akan diguyur hujan dengan intensitas sedang. Gorontalo dan Manado diprakirakan mengalami hujan ringan," ujar Ina.

BMKG pusat juga mengingatkan masyarakat untuk siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, BMKG Kalimantan Barat melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis peringatan dini cuaca tiga hari sejak 12 hingga 14 Juni 2026 untuk mengantisipasi genangan air dan banjir lokal.

Pada Jumat, 12 Juni 2026, daerah berkategori waspada hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, Sambas, Sekadau, dan Sintang.

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah akibat adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi).

"Waspadai dampak yang dapat ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," tulis BMKG Kalteng.

Fenomena atmosfer labil dan tingginya kelembapan udara di Kalimantan Tengah tersebut memicu potensi cuaca ekstrem secara lokal dalam durasi singkat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author