BMKG Petakan Wilayah Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Share

Badan Meteorologi, Climatalogi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi menghadapi hujan lebat dan angin kencang pada 13-14 Juni 2026.

Kondisi cuaca ekstrem ini terjadi di saat wilayah bagian selatan Indonesia sebenarnya mulai memasuki musim kemarau yang ditandai penurunan curah hujan signifikan.

Fenomena penurunan suhu udara atau bediding juga mulai melanda wilayah dataran tinggi, di mana suhu minimum di Manggarai, Nusa Tenggara Timur mencapai 9,4 derajat Celsius pada 7 Juni 2026.

Sementara itu, wilayah Tambi di Wonosobo, Jawa Tengah mencatat suhu minimum sebesar 16,9 derajat Celsius pada 8 Juni 2026.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin, sehingga menyebabkan minimnya tutupan awan dan langit cenderung cerah," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Minimnya awan membuat panas bumi di siang hari lebih cepat lepas ke atmosfer pada malam hari, namun radiasi matahari menjadi optimal pada siang hari dan memicu suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius di Aceh, Sumatra Utara, hingga Kalimantan Timur.

Sebaliknya, kawasan Indonesia bagian utara masih diguyur hujan ringan hingga sangat lebat, seperti di Sumatra Barat yang mencapai 128 mm/hari serta Kalimantan Timur sebesar 108 mm/hari pada periode 8-10 Juni 2026.

"Analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di sebagian besar wilayah Sumatera dan Papua, serta Gelombang Kelvin di sebagian Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," jelas BMKG.

Faktor lain yang memicu pertumbuhan awan konvektif adalah sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra yang membentuk pola konvergensi dan belokan angin.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika atmosfer regional masih berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, sehingga mendukung terjadinya hujan signifikan di wilayah-wilayah terdampak," lanjut BMKG.

Berdasarkan data Peringatan Dini Hujan Indonesia dari BMKG, pada Sabtu, 13 Juni 2026, wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, seluruh Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, serta seluruh wilayah Papua.

Sementara potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan melanda Aceh, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Tengah, sedangkan angin kencang berpotensi terjadi di Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.

Untuk Minggu, 14 Juni 2026, potensi hujan lebat bergeser ke wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Pada hari yang sama, wilayah Sulawesi Barat dan Maluku Utara berpotensi hujan sangat lebat, sementara angin kencang diprediksi bertiup di Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi.

Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author